alexametrics

Hari Ini, Ratusan Peserta UTBK UPI Jalani Rapid Tes

loading...
Hari Ini, Ratusan Peserta UTBK UPI Jalani Rapid Tes
Rapid test di UPI. Foto arif budianto
A+ A-
BANDUNG - Satgas COVID-19 Jawa Barat bersama Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) melakukan rapid tes kepada 164 orang peserta dan panitia UTBK di kampus UPI, Jalan Setiabudi, Kota Bandung, Selasa (7/7/2020). Dari 164 orang, 119 orang adalah peserta UTBK dan 45 orang lainnya panitia penyelenggara UTB UPI.

Rapid dilakukan dengan mengambil peserta secara acak yang telah menyelesaikan proses ujian UTBK. "Kami lakukan rapid test hari ini. Rapid dilakukan bukan untuk peserta yang akan melakukan test, tapi yang sudah selesai mengikuti UTBK. Tujuannya agar bisa menimbulkan kepanikan," kata Direktur Akademik UPI Asep Supriatna. (Baca: Genjot Jadi Zona Hijau, Swab Tes di Purwakarta Dilakukan Masif)

Menurut dia, dari sekitar 15.000.peserta UTBK UPI, pihaknya mengambil sampling serta acak pada setiap gedung ujian di UPI. Dalam satu hari, setidaknya ada 465 peserta UTBK yang mengikuti proses ujian untuk masuk melalui jalur SBMPTN. "Nanti kami ambil dari beberapa tempat ujian di kampus UPI Bandung, karena mereka datang dari berbagai daerah. Dari Purwakarta juga ada yang datang ke sini. Mungkin ini sudah mewakili," katanya.

Diakuinya, peserta UTBK UPI tak hanya datang dari Bandung, tetapi juga dari beberapa daerah di Indonesia. Pihaknya mendeteksi sekitar 200 peserta yang beralamat non Jabar. Tetapi kemungkinan mereka telah berdomisili di Banding cukup lama.



Nantinya, bila ditemukan ada peserta yang reaktif, pihaknya akan menyerahkan penanganannya kepada Satgas COVID Jabar. Intinya, kata dia, pihaknya sudah dapatkan ijin untuk meyelenggarakan ini, dnegan komitmen untuk menjaga menggunakan protokol kesehatan. Tes ini, kata dia, tak lepas dari upaya UPI memberikan rasa aman kepada masyarakat. Bahwa UTBK dilakukan secara protokol kesehatan secara ketat.
(don)
Ikuti Kuis Berhadiah Puluhan Juta Rupiah di SINDOnews
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak