Guru Besar FK Unair Turun Lapangan Atasi Stunting di Arosbaya Bangkalan

Senin, 24 Oktober 2022 - 10:09 WIB
loading...
Guru Besar FK Unair Turun Lapangan Atasi Stunting di Arosbaya Bangkalan
Guru besar FK Unair, Prof Dr Irwanto, dr, SpA(K) dan Dr Eighty Mardiyan K saat edukasi stunting di Puskesmas Arosbaya, Bangkalan, Madura.
A A A
BANGKALAN - Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga ( FK Unair ) memberikan edukasi dan pemeriksaan balita stunting di Puskesmas Arosbaya, Bangkalan, Madura. Langkah ini dilakukan untuk menyiapkan generasi bangsa yang berkualitas.

"Menyiapkan generasi bangsa tidak hanya sekedar membahas jumlah. Tapi juga upaya untuk meningkatkan kualitas," tegas guru besar FK Unair, Prof Dr Irwanto, dr, SpA(K) di Puskesmas Arosbaya, Sabtu (22/10/2022)

Menurutnya, salah satu masalah yang harus diatasi adalah terkait stunting. "Stunting adalah masalah pertumbuhan yang disebabkan gangguan gizi kronis," ungkap ahli tumbuh kembang Departemen Ilmu Kesehatan Anak.

Baca juga: Program Bhayangkara Prioritas Antarkan Biddokes Polda Jatim Nominator Anugerah Indonesia Awards 2022

Gangguan gizi kronis bisa terjadi sejak sebelum kehamilan, masa hamil hingga bayi lahir. Seorang ibu perlu mempunyai pengetahuan cukup dan memelihara kesehatannya untuk memastikan calon buah hatinya akan mendapatkan gizi yang cukup sejak sebelum kehamilan.

Salah satunya mengatasi anemia yang sering terjadi sejak remaja. "Sejak remaja harus memastikan bebas anemia. Supaya saat hamil, tidak mengganggu kebutuhan gizi bagi janin yang dikandung," papar Irwanto.

Dalam kesempatan program pengentasan stunting yang dilakukan Departemen Obstetri Ginekologi dan Departemen Ilmu Kesehatan Anak FK Unair ini, Irwanto yang hadir bersama Dr Eighty Mardiyan K, dr, SpOG (K) menyoroti cara pemberian ASI dan makanan sejak bayi lahir.

Misalnya masih didapatkannya bayi yang mendapatkan campuran nasi dan pisang, padahal masih usia di bawah 6 bulan. "Padahal harusnya masih mendapatkan ASI eksklusif," tuturnya. Akibatnya, bayi tidak akan mendapatkan gizi dari ASI secara optimal. Bahkan bisa mengalami gangguan kesehatan seputar saluran cerna.

Beberapa balita stunting yang hadir di Puskesmas, mendapat perhatian Irwanto. "Kalau putranya tampak anemia seperti ini, segera diperiksa dengan detil. Karena nanti akan diperlukan tambahan zat besi secara berturut selama 6 bulan. Kalau diabaikan, stunting akan semakin parah," saran Irwanto.

Terkait zat besi ini, di depan tenaga kesehatan puskesmas, Irwanto dan Eighty mengajarkan pemberian dosis yang tepat agar bisa membantu perkembangan balita stunting.

Pada balita yang lain, Irwanto menemukan perlunya ketelatenan orang tua dalam memberikan asupan gizi bagi balita. "Makanan sebaiknya diberikan tepat waktu. Diajarkan makan sesuai yang dijadwalkan dan dengan cara yang tepat," sarannya.

Hal penting lain, membiasakan balita mengonsumsi sayur dan buah untuk pemenuhan mikronutrien yang diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangan balita.
(msd)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.3176 seconds (11.252#12.26)