Tim Advokasi Aremania Menggugat Sebut Ada Korban Tragedi Kanjuruhan Diintimidasi
Senin, 10 Oktober 2022 - 18:06 WIB
loading...
A
A
A
Sejauh ini pihaknya telah menerima surat kuasa dari 31 korban Tragedi Kanjuruhan Malang untuk mengawal kasus ini secara hukum agar diusut tuntas. Mereka berdatangan dan melayangkan konsultasi per harinya dua hingga tiga orang.
"Kami menerima yang sudah masuk setiap hari 2 - 3 korban per korban, yang masuk 31 kuasa, tentunya ini lagi pendalaman pemberkasan, semua akan kita pilah. Ini keluarga korban meninggal atau luka-luka ini sedang Identifikasi yang sudah kita mintai kuasa ini 31 orang," ungkapnya.
Namun pihaknya enggan menyebut siapa saja para korban yang mengadukan diri ke tim kuasa hukum dari Bantuan Hukum Aremania Menggugat. Pihaknya mengaku saat ini masih berhati-hati dalam memintai keterangan para korban, karena kini masih dalam suasana duka.
"Tentu dalam suasana duka tentu ada perbedaan ada yang menerima dan situasi yang bagi mereka. Solidaritas itu cukup menguatkan, sesungguhnya termasuk tafsir para korban. Kami tidak bisa sebutkan identitasnya, kami kira - kira kita tidak bisa ungkap identitas," tuturnya.
Baca juga: Mas Bechi Terdakwa Kasus Pencabulan Santriwati Dituntut 16 Tahun Penjara
Sebelumnya diberitakan, kerusuhan pecah setelah laga Arema FC vs Persebaya Surabaya. Pertandingan sendiri dimenangkan tim tamu Persebaya dengan skor 2 - 3. Para suporter merangsak masuk ke lapangan dan menyerbu pemain. Banyak orang meninggal dunia karena tembakan gas air mata ke tribun, hingga membuat panik ribuan suporter dan terjadilah desak-desakan.
"Kami menerima yang sudah masuk setiap hari 2 - 3 korban per korban, yang masuk 31 kuasa, tentunya ini lagi pendalaman pemberkasan, semua akan kita pilah. Ini keluarga korban meninggal atau luka-luka ini sedang Identifikasi yang sudah kita mintai kuasa ini 31 orang," ungkapnya.
Namun pihaknya enggan menyebut siapa saja para korban yang mengadukan diri ke tim kuasa hukum dari Bantuan Hukum Aremania Menggugat. Pihaknya mengaku saat ini masih berhati-hati dalam memintai keterangan para korban, karena kini masih dalam suasana duka.
"Tentu dalam suasana duka tentu ada perbedaan ada yang menerima dan situasi yang bagi mereka. Solidaritas itu cukup menguatkan, sesungguhnya termasuk tafsir para korban. Kami tidak bisa sebutkan identitasnya, kami kira - kira kita tidak bisa ungkap identitas," tuturnya.
Baca juga: Mas Bechi Terdakwa Kasus Pencabulan Santriwati Dituntut 16 Tahun Penjara
Sebelumnya diberitakan, kerusuhan pecah setelah laga Arema FC vs Persebaya Surabaya. Pertandingan sendiri dimenangkan tim tamu Persebaya dengan skor 2 - 3. Para suporter merangsak masuk ke lapangan dan menyerbu pemain. Banyak orang meninggal dunia karena tembakan gas air mata ke tribun, hingga membuat panik ribuan suporter dan terjadilah desak-desakan.
Lihat Juga :