7 Fakta Kasus Pelemparan Batu ke Bus Persik di Stadion Kanjuruhan, Nomor 5 Mencekam
Senin, 12 Mei 2025 - 08:33 WIB
loading...
Aksi pelemparan batu ke bus Persik Kediri oleh oknum suporter Aremania terjadi seusai laga melawan Arema FC di Stadion Kanjuruhan Malang, Minggu (11/5/2025). Foto/Avirista Midaada
A
A
A
MALANG - Aksi pelemparan batu ke bus Persik Kediri oleh oknum suporter Aremania terjadi seusai laga melawan Arema FC di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur pada Minggu malam (11/5/2025). Insiden itu mencoreng jalannya pertandingan yang berjalan aman dan tertib.
![7 Fakta Kasus Pelemparan Batu ke Bus Persik di Stadion Kanjuruhan, Nomor 5 Mencekam]()
Pelemparan batu terjadi ketika tim Persik Kediri akan kembali ke hotel dari Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang. Bus mereka dilempar oleh oknum suporter Aremania di luar area stadion. Berikut sejumlah fakta menarik dibalik insiden tersebut.
Bahkan kepolisian mengerahkan kekuatan dari Polres daerah lain, seperti Lumajang, Ponorogo, Blitar, Situbondo, Tulungagung, Madiun, hingga Polres Kediri Kota, untuk pengamanan. Petugas dari tim cipta kondisi (cipkon) juga disiagakan untuk patroli dan penyisiran pada ring 3 dan ring 4.
Laga ini juga disaksikan langsung oleh Manajer Media dan Humas PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator penyelenggara Liga 1 dan Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nanang Avianto.
Area halaman stadion yang biasanya diperbolehkan untuk suporter parkir kendaraan, dialihkan ke area luar stadion di sepanjang Jalan Trunojoyo. Bahkan sejak memasuki halaman stadion pemeriksaan ketat sudah diberlakukan.
Masuk ke ring 1, atau pada pagar setinggi 7 meteran steward dan Panpel pertandingan melakukan skrining atau pemeriksaan tiket penonton. Mereka menggunakan identifikasi dari pemindai wajah, atau teknologi face recognition untuk mendeteksi siapa-siapa suporter yang masuk.

Pelemparan batu terjadi ketika tim Persik Kediri akan kembali ke hotel dari Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang. Bus mereka dilempar oleh oknum suporter Aremania di luar area stadion. Berikut sejumlah fakta menarik dibalik insiden tersebut.
1. Laga Dijaga 2.113 Personel Keamanan
Laga di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang, dijaga oleh ribuan personel gabungan dari beberapa instansi, baik dari kepolisian, TNI, Denpom, Brimob, Polda Jatim, Polres jajaran, Satpol PP, Dishub, steward dan panpel.Bahkan kepolisian mengerahkan kekuatan dari Polres daerah lain, seperti Lumajang, Ponorogo, Blitar, Situbondo, Tulungagung, Madiun, hingga Polres Kediri Kota, untuk pengamanan. Petugas dari tim cipta kondisi (cipkon) juga disiagakan untuk patroli dan penyisiran pada ring 3 dan ring 4.
Laga ini juga disaksikan langsung oleh Manajer Media dan Humas PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator penyelenggara Liga 1 dan Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nanang Avianto.
2. Penjagaan Berlapis dan Skrining Penonton
Laga perdana di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang, menjadi perhatian panitia pelaksana (Panpel) pertandingan dan aparat keamanan gabungan. Bahkan sistem penjagaan dibuat berlapis.Area halaman stadion yang biasanya diperbolehkan untuk suporter parkir kendaraan, dialihkan ke area luar stadion di sepanjang Jalan Trunojoyo. Bahkan sejak memasuki halaman stadion pemeriksaan ketat sudah diberlakukan.
Masuk ke ring 1, atau pada pagar setinggi 7 meteran steward dan Panpel pertandingan melakukan skrining atau pemeriksaan tiket penonton. Mereka menggunakan identifikasi dari pemindai wajah, atau teknologi face recognition untuk mendeteksi siapa-siapa suporter yang masuk.
Lihat Juga :