Misteri Suara Perempuan Penjual Dawet Bikin Geger Usai Tragedi Kanjuruhan

Kamis, 06 Oktober 2022 - 12:03 WIB
loading...
Misteri Suara Perempuan...
Stadion Kanjuruhan Malang. Foto/MPI/Avirista Midaada
A A A
MALANG - Tragedi di Stadion Kanjuruhan, masih menyisakan pilu bagi para pecinta sepak bola di berbagai belahan dunia. Duka mendalam dan traumatik juga dirasakan para korban serta keluarganya. Sebanyak 131 orang tewas dalam tragedi paling memilukan tersebut.

Baca juga: Cerita Pilu Devi Atok, Ditinggal Pergi 3 Perempuan Tercinta di Stadion Kanjuruhan

Saat semua masih fokus pada pengusutan tragedi di Stadion Kanjuruhan, tiba-tiba muncul rekaman suara perempuan yang mengaku sebagai penjual dawet. Suara perempuan itu viral usai tragedi Stadion Kanjuruhan.



Dalam rekaman yang beredar, perempuan penjual dawet ini menyebut, banyak Aremania yang diduga tengah mabuk di saat laga Arema FC vs Persebaya Surabaya, hingga membuat banyak dari mereka meninggal dunia.

Baca juga: Langkat Gempar! Bocah 5 Tahun Siuman dari Sambaran Petir setelah Ditanam ke Tanah

Perempuan penjual dawet tersebut mengaku banyak Aremania yang dalam keadaan mabuk mengejar, dan menghajar seorang polisi yang berupaya menyelamatkan seorang anak kecil yang terjepit di pintu tiga. Bahkan, perempuan itu mengaku menyelamatkan polisi itu ke dalam tokonya.

"Nah si Pak Arif ini nolong (anak yang terjepit), tapi dipukuli kepalanya. Kenapa saya tahu? Karena saya selamatkan di toko saya, yang namanya Pak Arif ini. Polisi ini. Tak selamatkan. Malah saat itu dawetku iki, aku dodolan dawet, kate dikeprukne. Yo aku, 'lho, iki dawet mas, ojo, ojo, yo. Terus dideleh. Habis itu anak kecil ini sama Pak Arif ini diraupi, dicuci mukanya. (Aku jualan dawet, malah mau dipukul. Ya aku bilang ini dawet jangan, jangan, terus ditaruh, habis itu anak kecil ini sama Pak Arif dibasuh, dicuci mukanya)," jelasnya.

"Ndek tokoku, mas. Dadi terus masuk. Diuber karo bocah sing iki mau, koyok jaran kepang kalap ngono kae. Dia sembarang wong digepuki, diantemi. Terus tambah lagi, tambah lagi, karena mereka mabuk. Dan banyak yang konsumsi obat terlarang. Gitu, lho (di tokoku, jadi terus masuk, dikejar oleh anak yang tadi. Seperti kuda lumping, marah gitu, semua orang dipukuli, ditambah lagi, mereka mabuk. Dan banyak konsumsi obat terlarang)," demikian narasi yang disampaikan suara perempuan penjual dawet yang viral itu.

Baca juga: Tembok Lapas Sisa Bangunan Belanda Dirobohkan, 1 Pekerja Luka Parah Tertimpa Reruntuhan

Saat dilakukan penulusuran, di sepanjang pertokoan Stadion Kanjuruhan mayoritas didominasi oleh penjual makanan, kopi, suvenir Arema, hingga mebel. Beberapa pengakuan pedagang yang ada di sekitar, tidak mengetahui ada toko yang menjual dawet.

Husna seorang pedagang di sekitar stadion menyebut, tak tahu pasti lokasi penjual dawet yang mengaku berjualan di stadion. Menurutnya, mayoritas pedagang di Stadion Kanjuruhan berjualan kopi, makanan ringan, suvenir Arema. "Saya sendiri baru dengar waktu viral itu. Setahu saya tidak ada di sini. Mungkin penjual keliling," katanya, Kamis (6/10/2022).

Di sisi lain, Aremania Kota Batu, Dadang Indarto menjelaskan, penjual dawet itu bukan berada di area dalam stadion dan tentu ia tak tahu persis seperti apa kejadiannya.

Baca juga: Kisah Guru-guru di Madina Bertaruh Nyawa Bantu Siswa Seberangi Sungai Arus Deras

Dia mengaku tak mempedulikan keterangan penjual dawet yang dinilai kurang etis. "Kenapa kita harus menghiraukan kejadian pernyataan penjual dawet. Kita minta jawaban yang objektif, informasi yang objektif dari pihak kepolisian cuma itu saja," ungkapnya.

"Usut tuntas siapa pelakunya, dan kami Aremania tidak peduli berita-berita yang ada di luar. Kami tidak akan mengkonter, yang kita konter pernyataan dari Kapolda, Kapolres, dari Kapolri. Kalau berita-berita dari orang-orang yang tidak jelas, kami tidak akan mengkonter, percuma buang tenaga," pungkasnya.
(eyt)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Sepekan Berlalu Pelempar...
Sepekan Berlalu Pelempar Batu ke Bus Persik Belum Terungkap, Apa Kendalanya?
Rekaman CCTV dan Video...
Rekaman CCTV dan Video Jadi Kunci Penangkapan Pelaku Pelemparan Batu ke Bus Persik
Bea Cukai Buka Suara...
Bea Cukai Buka Suara usai Manajer Arema FC Jadi Tersangka Kasus Rokok Ilegal
7 Fakta Kasus Pelemparan...
7 Fakta Kasus Pelemparan Batu ke Bus Persik di Stadion Kanjuruhan, Nomor 5 Mencekam
Polisi Buru Oknum Suporter...
Polisi Buru Oknum Suporter Arema FC Pelempar Batu ke Bus Persik
2.000 Personel Amankan...
2.000 Personel Amankan Laga Perdana Liga 1 di Stadion Kanjuruhan
Asisten Pelatih Arema...
Asisten Pelatih Arema FC Kuncoro Meninggal Dunia
Peringatan 3 Tahun Tragedi...
Peringatan 3 Tahun Tragedi Kanjuruhan, Keluarga Korban Masih Tuntut Keadilan
Duel Klasik Arema FC...
Duel Klasik Arema FC vs Persib 1-2: Gol Telat Barba Bungkam Auman Singo Edan
Rekomendasi
5 Peserta SPPI Meninggal...
5 Peserta SPPI Meninggal saat Latsarmil, Ini Kronologi Tiap Kasus
Peserta SPPI Meninggal...
Peserta SPPI Meninggal Akibat TBC, Tim Seleksi Ungkap Pemeriksaan Awal hanya Terdeteksi Infeksi Paru
Pekan Raya Jakarta 2026...
Pekan Raya Jakarta 2026 Belum Humanis bagi Pengunjungnya
Berita Terkini
Jalan Jenderal Sudirman...
Jalan Jenderal Sudirman Ditutup Jelang Puncak HUT ke-499 Jakarta di Bundaran HI, Ini Titik Kantong Parkirnya
PNM Berikan Beasiswa...
PNM Berikan Beasiswa kepada 1.590 Anak dari Jenjang SD hingga Perguruan Tinggi
Blusukan, Jokowi Terima...
Blusukan, Jokowi Terima Gelar Adat Tertinggi dari 5 Kerajaan Adat Lampung
Licin! Markas Judi Online...
Licin! Markas Judi Online di Hayam Wuruk Kelola 145 Website untuk Hindari Pemblokiran
Sambut HUT Jakarta,...
Sambut HUT Jakarta, Ratusan Sispala Ikuti Lomba Dayung di BKT Jaktim
MNC University Bersama...
MNC University Bersama MNC Peduli Salurkan 2 Ton Beras untuk Warga Kelurahan Kebon Sirih
Infografis
6 Brigjen Naik Pangkat...
6 Brigjen Naik Pangkat Jadi Mayjen TNI usai Dapat Promosi Jabatan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved