Cerita Pilu Devi Atok, Ditinggal Pergi 3 Perempuan Tercinta di Stadion Kanjuruhan
Kamis, 06 Oktober 2022 - 07:46 WIB
loading...
Aksi solidaritas untuk para korban tragedi Stadion Kanjuruhan, terus dilakukan untuk mendorong pengusutan secara tuntas kasus tersebut. Foto/SINDOnews/Yuswantoro
A
A
A
MALANG - Devi Atok masih merasakan pilu usai tragedi kerusuhan di Stadion Kanjuruhan. Pria asal Lawang, Kabupaten Malang tersebut, harus kehilangan tiga peremuan yang sangat dicintainya, yakni mantan istri dan kedua puterinya.
Baca juga: Nyala Lilin dan Doa Bonek untuk Aremania Korban Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan
Kedua puteri Devi Atok, Naila Devi Anggraeni (16), dan Natasya Febi Anggraeni (13), menjadi korban meninggal dalam stragedi Sabtu kelabu di Stadion Kanjuruhan. Kedua korban datang ke stadion bersama ibunya, Anggraeni yang turut menjadi korban meninggal.
Pria yang akrab disapa Atok tersebut, sempat bertemu Presiden Joko Widodo (Jokowi), pada Rabu (5/10/2022) di Rumah Sakit Syaiful Anwar (RSSA) Malang. Dalam kesempatan itu, Atok berharap presiden mengusut tuntas tragedi Kanjuruhan. "Saya berharap keadilan. Mereka yang bertanggungjawab harus dihukum," tegasnya.
Baca juga: Tim Investigasi Tragedi Kanjuruhan Periksa 23 Polisi, 6 Panpel dan Warga
Dia mengharapkan ada sanksi hukum yang tegas bagi panitia pelaksana pertandingan, serta petugas yang telah lalai hingga mengakibatkan ratusan nyawa melayang, termasuk ketiga orang yang sangat dicintainya.
Baca juga: Nyala Lilin dan Doa Bonek untuk Aremania Korban Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan
Kedua puteri Devi Atok, Naila Devi Anggraeni (16), dan Natasya Febi Anggraeni (13), menjadi korban meninggal dalam stragedi Sabtu kelabu di Stadion Kanjuruhan. Kedua korban datang ke stadion bersama ibunya, Anggraeni yang turut menjadi korban meninggal.
Pria yang akrab disapa Atok tersebut, sempat bertemu Presiden Joko Widodo (Jokowi), pada Rabu (5/10/2022) di Rumah Sakit Syaiful Anwar (RSSA) Malang. Dalam kesempatan itu, Atok berharap presiden mengusut tuntas tragedi Kanjuruhan. "Saya berharap keadilan. Mereka yang bertanggungjawab harus dihukum," tegasnya.
Baca juga: Tim Investigasi Tragedi Kanjuruhan Periksa 23 Polisi, 6 Panpel dan Warga
Dia mengharapkan ada sanksi hukum yang tegas bagi panitia pelaksana pertandingan, serta petugas yang telah lalai hingga mengakibatkan ratusan nyawa melayang, termasuk ketiga orang yang sangat dicintainya.
Lihat Juga :