Kondisi Abnormal akibat COVID-19, Mensos Minta Pendamping PKH Kerja Keras
Sabtu, 04 Juli 2020 - 16:04 WIB
loading...
Mensos Juliari P Batubara meminta pendamping PKH sebagai garda terdepan dapat meningkatkan kualitas dalam pendampingan KPM di wilayahnya masing-masing, Sabtu (4/7/2020). Foto/SINDOnews/Adi HB
A
A
A
BANDUNG BARAT - Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) di seluruh Indonesia dihadapkan pada kondisi sulit di masa pandemi COVID-19.
Mereka tetap dituntut bekerja keras dalam tugasnya sebagai garda terdepan guna memastikan bantuan sosial ke masyarakat tepat sasaran dengan harus menjaga protokol kesehatan.
"Ini kan kondisinya abnormal, sebagai garda terdepan yang berhubungan dengan Keluarga Penerima Manfaat (KPM), pendamping PKH juga harus tetap sehat dan tidak terpapar COVID-19," kata Menteri Sosial Juliari P Batubara saat kegiatan Koordinasi Teknis dan Peningktan Kualitas SDM PKH dalam Pelaksanaan Program Keluarga Harapan, di Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Sabtu (4/7/2020).
Mensos mengatakan, di tengah kondisi pandemi semuanya menjadi tidak mudah bagi pendamping di lapangan.
Untuk itu, dirinya meminta kepada pendamping PKH, koordinator wilayah (korwil), koordinator regional (koreg), koordinator kabupaten (korkab), dan suvervisor, serta 500 peserta yang mengikuti kegiatan ini secara virtual, agar meningkatkan kualitas dalam pendampingan KPM di wilayahnya masing-masing.
Mereka tetap dituntut bekerja keras dalam tugasnya sebagai garda terdepan guna memastikan bantuan sosial ke masyarakat tepat sasaran dengan harus menjaga protokol kesehatan.
"Ini kan kondisinya abnormal, sebagai garda terdepan yang berhubungan dengan Keluarga Penerima Manfaat (KPM), pendamping PKH juga harus tetap sehat dan tidak terpapar COVID-19," kata Menteri Sosial Juliari P Batubara saat kegiatan Koordinasi Teknis dan Peningktan Kualitas SDM PKH dalam Pelaksanaan Program Keluarga Harapan, di Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Sabtu (4/7/2020).
Mensos mengatakan, di tengah kondisi pandemi semuanya menjadi tidak mudah bagi pendamping di lapangan.
Untuk itu, dirinya meminta kepada pendamping PKH, koordinator wilayah (korwil), koordinator regional (koreg), koordinator kabupaten (korkab), dan suvervisor, serta 500 peserta yang mengikuti kegiatan ini secara virtual, agar meningkatkan kualitas dalam pendampingan KPM di wilayahnya masing-masing.
Lihat Juga :