Doa Khusyuk Keyla Firisya di Depan Nyala Lilin Keprihatinan Tragedi Kanjuruhan

Minggu, 02 Oktober 2022 - 20:16 WIB
loading...
A A A
Dia merasa prihatin dan tak pernah menyangka, pertandingan sepak bola yang biasanya ditonton bersama puterinya tersebut, akhirnya berubah menjadi tragedi memilukan. "Semua harus mengevaluasi diri, agar peristiwa ini tak terulang kembali. Cukup sekali ini saja," ungkapnya.

Bambang berharap, pertandingan sepak bola tidak lagi digelar pada malam hari, karena sangat rawan dan membahayakan para suporter. "Semoga nantinya pertandingan kembali sore hari seperti dahulu, sehingga tidak sampai terulang tragedi ini," tegasnya.

Ratusan nyawa suporter melayang sia-sia, usai laga Arema FC vs Persebaya, pada Sabtu (1/10/2022) malam. Mereka rata-rata tewas karena sesak napas usai menghirup gas air mata, serta jatuh terinjak-injak saat terjadi kepanikan di tribun stadion.

Baca juga: Tangis Pecah di Rumah Sakit, Ratusan Keluarga Kebingungan Cari Korban Kerusuhan Arema FC vs Persebaya

Para peserta doa bersama tersebut, menolak segala bentuk kekerasan dalam dunia sepak bola. Mereka juga mengutuk keras peristiwa kerusuhan yang menimbulkan ratusan korban tewas. Para peserta doa bersama menuntut panitia pelaksana pertandingan untuk bertanggungjawab.

Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan tersebut, menyisakan pilu dan trauma bagi para penikmat sepak bola. Trauma itu juga masih dirasakan Fongky Rahadi (43) warga Kelurahan Mojolangu, Kecamatan Blimbing, Kota Malang.

Fongky mengaku, sudah lama tidak menyaksikan pertandingan sepak bola secara langsung di Stadion Kanjuruhan. Dan baru kali ini kembali ke stadion bersama adik dan koleganya, karena tertarik pertandingannya pasti berjalan seru.

Doa Khusyuk Keyla Firisya di Depan Nyala Lilin Keprihatinan Tragedi Kanjuruhan


Dia tidak menyangka, kembalinya ke stadion untuk menyaksikan langsung laga Arema FC tersebut, berakhir dengan tragedi memilukan. "Pastinya kami trauma dengan peristiwa ini, dan sangat menyakitkan serta memalukan. Jangan sampai tragedi ini terulang kembali," pungkasnya.

Bahkan, Helmi Firdaus (25) warga Kelurahan Kidul Dalem, Kecamatan Klojen, Kota Malang, masih merasakan perih di mata, dan sesak napas usai menghirup gas air mata di tribun selatan Stadion Kanjuruhan, Sabtu (1/10/2022) malam.
Halaman :
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1898 seconds (11.252#12.26)