Tangis Pecah di Rumah Sakit, Ratusan Keluarga Kebingungan Cari Korban Kerusuhan Arema FC vs Persebaya
Minggu, 02 Oktober 2022 - 07:28 WIB
loading...
Ratusan orang mencari kepastian keluarganya yang menjadi korban kerusuhan pasca pertandingan Arema FC vs Persebaya. Foto/MPI/Avirista Midaada
A
A
A
MALANG - Tragedi kerusuhan suporter, usai pertandingan Arema FC vs Persebaya, membawa duka mendalam bagi para keluarga korban. Tangis ratusan orang yang mengaku sebagai keluarga korban pecah di rumah sakit, saat mencari keberadaan para korban.
Baca juga: Breaking News: Aremania Ngamuk usai Dipermalukan Persebaya, Kondisi Stadion Kanjuruhan Mencekam
Salah satu keharuan terlihat di Rumah Sakit Wava Husada. Keluarga korban banyak yang mendatangi rumah sakit yang berjarak 5 kilometer dari Stadion Kanjuruhan. Beberapa ambulans masih hilir mudik, bersiap mengangkut para korban tewas, Minggu (2/10/2022).
Para korban tewas, akan dievakuasi ke kamar jenazah Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang, untuk proses identifikasi. Puluhan orang jenazah berada di Rumah Sakit Wava Husada, 10 di antaranya belum teridentifikasi.
Baca juga: Alasan Polisi Tembakkan Gas Air Mata saat Kerusuhan Suporter di Stadion Kanjuruhan Malang
Suparti, orang tua korban mengaku tengah mencari keberadaan anaknya Budi asal Ngajum, yang tengah menonton. Dirinya mengaku telah berkeliling dua rumah sakit yakni RSUD Kanjuruhan dan RS Wava Husada. "Sudah dua rumah sakit cari anaknya saya. Belum ketemu ini, ini mau ke RS Hasta, kalau nggak ke RS Gondanglegi," ucapnya.
Baca juga: Breaking News: Aremania Ngamuk usai Dipermalukan Persebaya, Kondisi Stadion Kanjuruhan Mencekam
Salah satu keharuan terlihat di Rumah Sakit Wava Husada. Keluarga korban banyak yang mendatangi rumah sakit yang berjarak 5 kilometer dari Stadion Kanjuruhan. Beberapa ambulans masih hilir mudik, bersiap mengangkut para korban tewas, Minggu (2/10/2022).
Para korban tewas, akan dievakuasi ke kamar jenazah Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang, untuk proses identifikasi. Puluhan orang jenazah berada di Rumah Sakit Wava Husada, 10 di antaranya belum teridentifikasi.
Baca juga: Alasan Polisi Tembakkan Gas Air Mata saat Kerusuhan Suporter di Stadion Kanjuruhan Malang
Suparti, orang tua korban mengaku tengah mencari keberadaan anaknya Budi asal Ngajum, yang tengah menonton. Dirinya mengaku telah berkeliling dua rumah sakit yakni RSUD Kanjuruhan dan RS Wava Husada. "Sudah dua rumah sakit cari anaknya saya. Belum ketemu ini, ini mau ke RS Hasta, kalau nggak ke RS Gondanglegi," ucapnya.
Lihat Juga :