Pemkot-Perusda Berbagi RPH : Kerja Sesuai Tupoksinya
Sabtu, 04 Juli 2020 - 09:00 WIB
loading...
A
A
A
"Biarkan Bagian Hukum dan Ortala Pemkot Makassar untuk kaji dulu apa yang paling cocok nanti namanya. Yang jelas untuk pemotongan hewan itu akan dikelola UPTD," tambahnya. Baca Juga : Anggaran Pembangunan Rumah Pemotongan Hewan Dipangkas Rp2 Miliar
Pj Wali Kota Makassar, Rudy Djamaluddin menyebut kehadiran RPH yang modern dan terintegrasi sangatlah penting. Selain dapat menghasilkan daging-daging yang higenis juga membuka ruang untuk mengembangkan ternak di Makassar.
"Pembubaran perusda itu bukan masalah utama. Masalah utama kita menghadirkan RPH yang berstandar dan higienis. Itu masalah pengelolaan. Masalah siapa yang kelola masalah gampang itu," ucapnya.
Rudy meminta instansi teknis yang menangani ini untuk melakukan evaluasi dahulu. Sehingga ketika RPH tersebut sudah dibangun, pengelolaannya tidak lagi bermasalah.
"Masyarakat kita ini sudah menunggu. Jadi kita akan fokus pembangunan, fokus hadirkan dulu. Termasuk sertifikasi halal. Itu bagian dari manajemen," pungkasnya.
Pj Wali Kota Makassar, Rudy Djamaluddin menyebut kehadiran RPH yang modern dan terintegrasi sangatlah penting. Selain dapat menghasilkan daging-daging yang higenis juga membuka ruang untuk mengembangkan ternak di Makassar.
"Pembubaran perusda itu bukan masalah utama. Masalah utama kita menghadirkan RPH yang berstandar dan higienis. Itu masalah pengelolaan. Masalah siapa yang kelola masalah gampang itu," ucapnya.
Rudy meminta instansi teknis yang menangani ini untuk melakukan evaluasi dahulu. Sehingga ketika RPH tersebut sudah dibangun, pengelolaannya tidak lagi bermasalah.
"Masyarakat kita ini sudah menunggu. Jadi kita akan fokus pembangunan, fokus hadirkan dulu. Termasuk sertifikasi halal. Itu bagian dari manajemen," pungkasnya.
(sri)
Lihat Juga :