Heboh! Polsek Plered Dikepung Emak-emak, Guru Ngaji Dilaporkan Cabuli Santri

Kamis, 29 September 2022 - 20:35 WIB
loading...
Heboh! Polsek Plered Dikepung Emak-emak, Guru Ngaji Dilaporkan Cabuli Santri
Puluhan emak-emak mengepung Polsek Plered, Purwakarta, Jawa Barat Kamis (29/9/2022) siang. Mereka melaporkan guru ngaji yang diduga melakukan pencabulan. Foto/SINDOnews/Didin Jalaludin
A A A
PURWAKARTA - Puluhan emak-emak mengepung Polsek Plered, Purwakarta, Jawa Barat Kamis (29/9/2022) siang. Mereka yang merupakan warga Desa Babakansari, Kecamatan Plered datang untuk melaporkan guru ngaji di desanya lantaran diduga menjadi pelaku pencabulan.

Puluhan emak-emak itu bahkan mengamuk hingga membuat anggota Polsek Plered yang didominasi laki-laki itu kewalahan. Di antara emak-emak itu bahkan histeris saat polisi akhirnya menangkap oknum guru ngaji yang dimaksud.

Baca juga: Warga Mengamuk Rusak dan Bakar Lokasi Pencabulan Gara-gara Guru Ngaji Gauli Muridnya

Pelaku berinisial A (70). Saat dilakukan pemeriksaan di ruangan unit Satuan Reskrim Polsek Plered, massa terus berdatangan. Terlebih saat A disebut mengakui semua perbuatanya.

Menghindari amukan massa, A akhirnya langsung dibawa ke Mapolres Purwakarta.

"Ya, kasus dugaan pencabulan. Untuk kasus ini kami limpahkan ke Unit PPA (Perlindungan Perempuan dan Anak) Polres Purwakarta," ujar Kapolsek Plered AKP Suparlan.



Hasil pemeriksaan sementara, pelaku yang sehari-hari mengajar mengaji itu mengakui telah melakukan tindakan asusila terhadap muridnya yang berjenis kelamin perempuan. Korban masih di bawah umur dengan rentang usia 11-12 tahun.

Baca juga: Bandung Gempar, Guru Ngaji Cabuli 6 Anak Didiknya

"Adapun korban yang sudah melaporkan ada empat orang, untuk motif dan modusnya belum dilakukan pendalaman. Kasusnya dilimpahkan ke Polres, nanti tim penyidik dari Polres yang mendalami," tutur AKP Suparman.

Salah seorang emak-emak yang berada di Polsek Plered menyenyebukan kasus dugaan pencabulan ini terungkap berdasarkan pengakuan korban kepada keluarganya.

"Korban melakukan perbuatan asusila dengan memegang organ sensitifnya. Dan bisa jadi korbannya lebih dari dua tiga orang," pungkasnya.
(shf)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1551 seconds (11.252#12.26)