Pertamina Pastikan Semburan Lumpur di Indralaya Tidak Beracun

Selasa, 27 September 2022 - 04:08 WIB
loading...
Pertamina Pastikan Semburan Lumpur di Indralaya Tidak Beracun
Hingga kini lokasi semburan lumpur yang terjadi di asrama putri Sekolah Islam Terpadu (SIT) Menara Fitrah Indralaya, Kabupaten Ogan Ilir, Sabtu (24/9/2022) lalu, masih dipasang garis polisi. Foto SINDOnews
A A A
OGAN ILIR - Hingga kini lokasi semburan lumpur yang terjadi di asrama putri Sekolah Islam Terpadu (SIT) Menara Fitrah Indralaya, Kabupaten Ogan Ilir, Sabtu (24/9/2022) lalu, masih dipasang garis polisi. Meski begitu, kandungan lumpur tersebut dipastikan tidak berbahaya dan tidak mengandung racun.



Kepastian tidak berbahayanya kandungan yang terdapat di lumpur tersebut usai Health, Safety, Security, and Enviromental (HSSE) Zona 4 Pertamina Prabumulih memeriksa lokasi dan semburan lumpur .

Perwakilan HSSE Zona 4 Pertamina Prabumulih, Heru Riswanto mengatakan, hasil pengukuran dan monitoring lokasi semburan lumpur tidak menunjukkan adanya gas yang mudah terbakar maupun beracun dari alat detector. Baca juga: Sempat Menggegerkan, Semburan Lumpur di Indralaya Akhirnya Berhenti

"Walau saat ini kondisi sudah terbilang aman, namun kami tetap mengimbau masyarakat agar jangan melakukan aktivitas di areal tersebut," ujar Heru, Senin (26/9/2022).

Untuk memastikan lokasi semburan lumpur memang benar-benar aman saat warga beraktivitas, PT Pertamina akan melakukan observasi hingga dua hari ke depan. Setelah itu, dilakukan pengukuran kembali kandungan gas di lokasi tersebut.

"Kejadian serupa pernah terjadi di wilayah Desa Lorok, Kecamatan Indralaya Utara. Waktu itu semburan lumpur dan gasnya kecil. Kalau yang ini tekanan dan semburannya lebih tinggi," jelasnya.

Menurutnya, selain material lumpur, juga terdapat kandungan gas mudah terbakar yang sempat termuntahkan. Namun, Heru memastikan tidak ditemukan gas beracun yang menyertai semburan lumpur kali ini. Baca juga: Usai Diguncang Gempa M6,2, Semburan Lumpur Panas Muncrat di Permukiman Warga

"Pada awal semburannya sangat tinggi karena lubang keluar tapi udaranya kecil. Namun, saat ini sudah banyak rongga sehingga semburannya tidak setinggi di awal," jelasnya.
(don)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1676 seconds (10.55#12.26)