Miris! Atap 2 Ruang Kelas Sekolah di Garut Nyaris Runtuh

Senin, 26 September 2022 - 10:41 WIB
loading...
Miris! Atap 2 Ruang Kelas Sekolah di Garut Nyaris Runtuh
Seorang guru menunjukkan ruangan kelas yang mengalami kerusakan parah di SDN Dunguswiru II Kecamatan Limbangan, Kabupaten Garut.
A A A
GARUT - Dua ruang kelas SDN Dunguswiru II di Kecamatan Limbangan, Kabupaten Garut, Jawa Barat, rusak berat. Kerusakan yang terjadi pada ruang siswa kelas 5 dan 6 itu telah berlangsung bertahun-tahun.

Berdasarkan informasi yang diterima, dahulu sekolah ini juga memiliki ruang kelas lain yang rusak parah. Namun bangunan kelas tersebut kini telah roboh dan ratarata dengan tanah.

Dari pengamatan di dua ruang kelas rusak, kerusakan dialami pada dinding yang telah retak dan berlubang. Kondisi serupa terjadi pada atap kelas, berlubang dan nyaris runtuh.

Baca juga: Truk Tergelincir Masuk Jurang di Karangnini, Sopir Tewas

"Rusaknya akibat gempa besar yang pernah terjadi beberapa tahun lalu. Tahun berapa persisnya saya lupa karena baru bertugas di sini," kata Kepala SDN Dunguswiru II, Leli Sulistia, Senin (26/9/2022).

Leli menjelaskan bahwa SDN Dunguswiru II Limbangan didirikan sejak tahun 1976. Kerusakan pada ruang kelas membuat aktivitas kegiatan belajar mengajar di sekolah tersebut sempat berlangsung pada tiga unit ruangan yang tersisa.

Ruang kelas yang rusak tidak dipakai untuk belajar dengan pertimbangan untuk menghindari hal yang tidak diinginkan pada siswa. Karena jumlah ruangan yang terbatas, saat itu para siswa harus bergantian masuk kelas di jam yang berbeda.

Total siswa yang bersekolah di SDN Dunguswiru II saat ini tercatat sebanyak 105 murid, dengan rata-rata sekitar 20 anak per kelas. "Ada yang 17 orang ada juga yang 24 orang per satu kelas," kata Leli.

SDN Dunguswiru II sendiri pernah mendapat bantuan Dana Alokasi Khusus dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut. Bantuan tersebut digunakan untuk membangun Dua ruang kelas baru.

"Kalau tidak salah antara tahun 2015 atau 2016, sekolah mendapat bantuan dari DAK Kabupaten Garut untuk membangun dua ruang kelas yang baru," ujarnya.

Adanya ruangan yang baru ini membuat jumlah kelas menjadi 5 unit. Dengan demikian, siswa yang harus bergantian menggunakan ruangan hanya dua kelas saja. "Sekarang paling hanya siswa kelas 2 yang kebagian di waktu siang, gantian dengan siswa kelas 1," ungkapnya.

Menurut Leli, pihak sekolah telah mengajukan permohonan agar mendapat bantuan perbaikan kepada pemerintah. Ia mengatakan pengajuan tersebut saat ini telah masuk dan diterima oleh pemerintah daerah.

"Kami sudah mengajukan bantuan perbaikan untuk dua ruang kelas yang rusak berat, semoga segera direalisasikan. Laporannya sudah masuk dan telah ada tanggapan, kemungkinan akhir tahun karena sekarang tinggal nunggu pemeriksaan," ucapnya.
(msd)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2564 seconds (10.101#12.26)