Kisah Tragis Arya Penangsang: Tewas Akibat Usus Putus Tersayat Keris Setan Kober

Jum'at, 23 September 2022 - 06:35 WIB
loading...
Kisah Tragis Arya Penangsang: Tewas Akibat Usus Putus Tersayat Keris Setan Kober
Kisah tragis Arya Penangsang akibat kecerobohannya dia tewas karena ususnya terputus tersayat keris Setan Kober yang dibawanya saat berperang melawan musuh. Foto: Istimewa
A A A
ARYA Penangsang adalah adipati Jipang yang memerintah pada pertengahan abad ke-16. Dia adalah murid kesayangan Sunan Kudus yang kemudian mewarisi keris pusaka setan kober.

Arya Penangsang juga dikenal sebagai Adipati Jipang Panolan dengan kesaktian dan kepribadiannya yang tegas dan tidak kompromi dalam membela dan mempertahankan kebenaran. Hal itulah yang membuatnya disegani.

Riwayat mengenai Arya Penangsang tercantum dalam beberapa serat dan babad yang ditulis ulang pada periode bahasa Jawa Baru (abad ke-19), seperti Babad Tanah Jawi dan Babad Demak. Dalam Babad Tanah Jawi dikisahkan karakter Arya Penangsang sebagai pribadi yang mudah marah, kurang hati-hati dan kejam.

Menurut Serat dan babad, Arya Penangsang lahir di Lasem pada tahun 1505, merupakan putra pertama Pangeran Surowiyoto atau Raden Kikin atau sering disebut juga sebagai Pangeran Sekar Sedo Lepen putra dari Raden Patah raja Demak Bintoro. Ibu Raden Kikin adalah cucu dari Sunan Ampel bernama Putri Solekha anak dari pasangan P. Wironegoro Raja adipati Lasem dengan Nyi Ageng Malokha putri dari Raden Rahmat Sunan Ampel.

Baca juga: Kisah Cinta Gajah Mada dengan 4 Wanita yang Menggemparkan

Ibu Arya Penangsang bernama Putri Ayu Retno Panggung anak dari Adipati Jipang Ratu Ayu Retno Kumolo, anak dari Raja Majapahit Prabu Brawijaya V, istri dari Ki Hajar Windusana, sehingga Arya Penangsang juga mewarisi kedudukan neneknya sebagai Adipati Jipang.

Pada tahun 1521 suami dari anak pertama Raden Patah yang bernama Pati Unus (orang Portugis menyebutnya Pate Unus, dikenal juga sebagai Pangeran Sabrang Lor) anak dari Adipati Jepara Mohammad Yunus, melakukan penyerangan ke Portugis di Malaka. Pati Unus gugur dalam perang.

Dikisahkan bahwa Trenggana adik dari Pate Unus berebut takhta dengan P. Surowiyoto atau R. Kikin anak dari R. Fatah. Pangeran Surowiyoto atau Raden Kikin memiliki dua orang putra yang bernama R. Arya Penangsang dan R. Arya Mataram, sedangkan Trenggana memiliki putra pertama bernama R. Mukmin atau yang disebut juga sebagai Sunan Prawoto.

Mukmin dikisahkan membunuh Raden Kikin sepulang sholat Jumat di tepi sebuah sungai di Lasem dengan menggunakan keris Kyai Setan Kober yang membuat Trenggana menjadi Sultan Demak ketiga.

Sejak saat itu, Raden Kikin terkenal dengan sebutan Pangeran Sekar Seda ing Lepen, artinya "Bunga yang gugur di sungai". Sepeninggal Raden Kikin, Arya Penangsang menggantikan kedudukan ayahnya sebagai Adipati Jipang. Saat itu usianya masih 16 tahun, sehingga pemerintahannya dibantu Patih Mat Ahun (Mentaun).
Halaman :
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1720 seconds (11.252#12.26)