Kisah Jaka Tingkir, Keturunan Pejabat Kerajaan Majapahit yang Jadi Raja Pertama Pajang
Senin, 23 Desember 2024 - 06:46 WIB
loading...
Sosok Jaka Tingkir konon merupakan pendiri Kerajaan Pajang dan menjadi raja pertamanya. FOTO ILUSTRASI/IST
A
A
A
SOSOK Jaka Tingkir konon merupakan pendiri Kerajaan Pajang dan menjadi raja pertamanya. Sosoknya lahir dari seorang bupati di Pengging, yang kemudian mengabdi dan menimba ilmu kepada Sultan Trenggana, Sultan Demak ketiga.
Jaka Tingkir adalah putra Kebo Kenanga alias Ki Ageng Pengging, cucu Bupati Jayaningrat di Pengging. Jayaningrat adalah bupati bekas wilayah Kerajaan Majapahit di Pengging, daerah Surakarta dan menantu Raja Majapahit Prabu Wikramawardhana. Demikianlah Jayaningrat adalah ipar Arya Damar di Palembang.
Jayaningrat tetap setia kepada Majapahit. Meskipun Kebo Kenanga alias Ki Ageng Pengging masuk Islam, namun ia segan tunduk kepada Sultan Demak. Akhirnya, Ki Ageng Pengging dibunuh oleh Sunan Kudus, utusan Sultan Demak.
Baca juga: Kisah Munculnya Mancanegara Wetan dan Kilen saat Sebagian Kerajaan Mataram Dikuasai Belanda
Sejarawan Prof Slamet Muljana dalam bukunya "Runtuhnya Kerajaan Hindu Jawa dan Timbulnya Negara-negara Islam di Nusantara" mengisahkan, ketika Ki Ageng Pengging mangkat, Jaka Tingkir masih kecil. Jaka Tingkir diberi nama Mas Karebet, karena ia lahir pada saat Ki Ageng Pengging sedang menanggap pertunjukan wayang Beber.
Kemudian Jaka Tingkir dipungut oleh Nyi Janda Tingkir, bekas istri Ki Ageng Tingkir, saudara sepupu Ki Ageng Pengging. Konon kedua-duanya berguru pada Syaikh Siti Jenar. Ia dibesarkan di Desa Tingkir oleh janda Ki Ageng Tingkir, ia dikenal dengan nama Jaka Tingkir.
Setelah dewasa, Jaka Tingkir mengabdi pada Sultan Demak yang ketiga, yakni Pangeran Trenggana, dengan perantaraan Kyai Ganjur. Berkat kecakapan dan kebagusan rupanya, Jaka Tingkir dijadikan lurah prajurit tamtama dan diakui sebagai putra pungut Sultan Demak. la diizinkan masuk-keluar istana. Keperwiraannya luar biasa. Karenanya, ia menjadi agak sombong.
Jaka Tingkir adalah putra Kebo Kenanga alias Ki Ageng Pengging, cucu Bupati Jayaningrat di Pengging. Jayaningrat adalah bupati bekas wilayah Kerajaan Majapahit di Pengging, daerah Surakarta dan menantu Raja Majapahit Prabu Wikramawardhana. Demikianlah Jayaningrat adalah ipar Arya Damar di Palembang.
Jayaningrat tetap setia kepada Majapahit. Meskipun Kebo Kenanga alias Ki Ageng Pengging masuk Islam, namun ia segan tunduk kepada Sultan Demak. Akhirnya, Ki Ageng Pengging dibunuh oleh Sunan Kudus, utusan Sultan Demak.
Baca juga: Kisah Munculnya Mancanegara Wetan dan Kilen saat Sebagian Kerajaan Mataram Dikuasai Belanda
Sejarawan Prof Slamet Muljana dalam bukunya "Runtuhnya Kerajaan Hindu Jawa dan Timbulnya Negara-negara Islam di Nusantara" mengisahkan, ketika Ki Ageng Pengging mangkat, Jaka Tingkir masih kecil. Jaka Tingkir diberi nama Mas Karebet, karena ia lahir pada saat Ki Ageng Pengging sedang menanggap pertunjukan wayang Beber.
Kemudian Jaka Tingkir dipungut oleh Nyi Janda Tingkir, bekas istri Ki Ageng Tingkir, saudara sepupu Ki Ageng Pengging. Konon kedua-duanya berguru pada Syaikh Siti Jenar. Ia dibesarkan di Desa Tingkir oleh janda Ki Ageng Tingkir, ia dikenal dengan nama Jaka Tingkir.
Setelah dewasa, Jaka Tingkir mengabdi pada Sultan Demak yang ketiga, yakni Pangeran Trenggana, dengan perantaraan Kyai Ganjur. Berkat kecakapan dan kebagusan rupanya, Jaka Tingkir dijadikan lurah prajurit tamtama dan diakui sebagai putra pungut Sultan Demak. la diizinkan masuk-keluar istana. Keperwiraannya luar biasa. Karenanya, ia menjadi agak sombong.
Lihat Juga :