Kisah Cinta Gajah Mada dengan 4 Wanita yang Menggemparkan

Kamis, 22 September 2022 - 05:05 WIB
loading...
Kisah Cinta Gajah Mada dengan 4 Wanita yang Menggemparkan
Ilustrasi kisah cinta Gajah Mada yang berakhir dengan Perang Bubat. Foto: Istimewa
A A A
KISAH Cinta Gajah Mada selalu menarik untuk diikuti. Sedikitnya, ada empat wanita yang pernah ditulis dan dekat dengan Gajah Mada. Terdiri dari Puranti, Ken Bebed, Ni Luh Sekarini, dan Dyah Pitaloka Citraresmi.

Kisah cinta Gajah Mada dengan Puranti, putri Demang Suryanata, berlangsung saat Gajah Mada menginjak usia muda. Sayang, cintanya dengan Puranti kandas, karena gadis cantik itu lebih dahulu dilamar Raden Damar.

Yang sedihnya lagi, Demang Suryanata menerima lamaran Raden Damar. Gajah Mada pun patah hati. Perasaan cinta Gajah Mada dengan Puranti ini diketahui oleh Raden Damar. Api cemburu pun membakar dada Raden Damar.

Baca juga: Strategi Gajah Mada Redam Pemberontakan di Kerajaan Majapahit

Pada suatu ketika, kedua pria itu terlibat perkelahian. Raden Damar yang cemburu melihat rasa cinta Gajah Mada terhadap Puranti langsung menyerang. Nahas, dalam perkelahian itu Raden Damar kalah dan tewas.

Pada masa ini, nama Gajah Mada belum digunakan. Saat itu, Gajah Mada yang dikenal saat ini masih seorang pemuda bernama Bekel Dipa. Setelah mengabdi ke Majapahit dan jadi patih, baru dia dikenal Gajah Mada.

Setelah dengan Puranti, Gajah Mada juga diceritakan menjalin cinta dengan Ken Bebed. Kisah cinta Gajah Mada dengan Ken Bebed, ditulis dalam Kitab Usana Jawa dan Babad Gajah Maddha.

Baca: Kisah Cinta Patih Gajah Mada dengan 3 Wanita

Dalam cerita ini, disebutkan bahwa Gajah Mada lahir di Bali, bukan di Jawa. Ketika remaja, Gajah Mada dinikahkan dengan Ken Bebed atau Ni Gusti Ayu Bebed, putri Ki Gusti Pinatih. Gajah Mada dan Ken Bebed saudara angkat.

Gajah Mada diangkat menjadi anak oleh Ki Gusti Pinatih. Sedang Ken Bebed merupakan putri dari Ki Gusti Pinatih.

Bukti-bukti adanya hubungan Gajah Mada dengan Ken Bebed, serta Ki Gusti Pinatih adalah topeng-topeng kuno di Puri Ageng Blahbatuh, Bali. Selain topeng, juga ada prasasti Aria Bebed di Bubunan, Sririt, Buleleng, Singaraja.

Setelah menikah dengan Ken Bebed, Gajah Mada telah menguasai ilmu kanuragan dan aji jaya kawijayan.

Baca: Menghormati Raja Kertanegara Membuat Gajah Mada Berambisi Menyatukan Nusantara

Dia lalu ke Kotaraja Majapahit, untuk mengabdi kepada raja. Adapun, raja pada masa Gajah Mada mengabdi saat itu adalah Jayanagara. Semasa pemerintahan Tribhuwana Tunggadewi, Gajah Mada menaklukkan Bali.

Usahanya menumpas pemberontakan Sadeng dan Keta, berhasil. Saat di Bali ini, Gajah Mada berkenalan dengan seorang wanita bernama Ni Luh Ayu Sekarini, putri Ki Dukuh Kedangan, tercatat dalam prasasti Aria Bebed.

Gajah Mada lalu menikah dengan Ni Luh Ayu Sekarini. Dari hasil perkawinannya ini, Gajah Mada memiliki seorang putra bernama Aria Bebed. Sementara dengan Ken Bebed, Gajah Mada tidak memiliki keturunan.

Baca: Tuah Topeng Gajah Mada dan Hasrat Soeharto Melanggengkan Kekuasaan

Wanita terakhir dalam hidup Gajah Mada adalah Dyah Pitaloka. Periode itu terjadi pada masa pemerintahan Hayam Wuruk, di mana terjadi Perang Bubat antara Gajah Mada dengan Maharaja Linggabuana Wisesa.

Gajah Mada menginginkan agar Dyah Pitaloka diserahkan kepada Hayam Wuruk sebagai tanda takluk Sunda kepada Majapahit. Namun, Maharaja Linggabuana Wisesa menolaknya. Sehingga terjadilah peristiwa memilukan itu.

Kisah cinta Gajah Mada dengan Dyah Pitaloka berakhir tragis dengan tewasnya Dyah Pitaloka karena bunuh diri.

Baca: Akhir Hidup Mahapatih Gajah Mada di Tempat Pertapaan Madakaripura

Terkait peristiwa tragis itu ada yang menyatakan, bahwa Perang Bubat sebenarnya siasat yang dijalankan Gajah Mada, karena tidak terima Dyah Pitaloka menikah dengan Hayam Wuruk, sehingga disusun skenario buruk itu.

Dalam Perang Bubat ini, Maharaja Linggabuana Wisesa bersama permaisurinya tewas mengenaskan. Begitupun Dyah Pitaloka, akhirnya tewas bunuh diri. Gajah Mada pun menyesal seumur hidupnya.

Sumber tulisan:
1. Sri Wintala Achmad, Gajah Mada : Kisah Cinta dan Kisah Penaklukan-penaklukannya, Araska Publishing, 2019.
2. Gesta Bayuadhy, Kisah Cinta Gajah Mada, Dipta, 2015.
(san)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1353 seconds (10.55#12.26)