Akhir Hidup Mahapatih Gajah Mada di Tempat Pertapaan Madakaripura

Sabtu, 06 November 2021 - 05:03 WIB
loading...
Akhir Hidup Mahapatih...
Air terjun di kawasan Madakaripura yang saat ini ramai dikunjungi wisatawan baik domestik maupun mancanegara, ternyata tempat Mahapatih Gajah Mada melakukan meditasi terakhirnya. Foto dok/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Air terjun di kawasan Madakaripura yang saat ini ramai dikunjungi wisatawan baik domestik maupun mancanegara, ternyata tempat Mahapatih Gajah Mada melakukan meditasi terakhirnya. Dikisahkan bawah di tempat ini Gajah Mada bertapa untuk menyucikan diri demi mencapai moksa.

Menurut kitab Negarakertagama, kawasan Madakaripura merupakan hadiah Raja Hayam Wuruk untuk Mahapatih Gajah Mada. Oleh sebab itu, di tempat ini dibangun sebuah patung sang Mahapatih di dekat lokasi air terjun. Baca juga: Ucap Sumpah Palapa yang Menggemparkan, Gajah Mada Ditertawakan dan Dicaci Maki

Masyarakat yang ada di sekitar tempat ini percaya bahwa sang Mahapatih menjadikan air terjun tersebut sebagai tempat untuk meditasi terakhir untuk menyucikan diri demi mencapai moksa atau menghilang dari muka bumi. Tidak heran jika banyak orang yang menganut aliran Kejawen yang datang untuk bermeditasi, khususnya pada hari-hari yang dikeramatkan.

Air terjun Madakaripura , tempat Mahapatih Gajah Mada bertapa ini mendapat julukan sebagai air terjun abadi karena tidak pernah berhenti mengalir. Kawasan ini masih termasuk ke dalam kawasan Taman Nasional Bromo-Tengger-Semeru dan secara administratif masuk ke dalam wilayah Kabupaten Probolinggo. Ketika pertama kali menginjakkan kaki di sana, suasana sejuk seakan memberikan aura mistis.

Jika benar apa yang disampaikan Empu Prapanca dalam kitab Negarakertagama itu, maka sesungguhnya tidak ada keraguan soal di mana Gajah Mada menghabiskan sisa hidupnya setelah tidak menjadi Mahapatih. Juga akhir hidupnya di pertapaan Madakaripura setidaknya sedikit menjawab pertanyaan terkait asal usul Gajah Mada.

Dalam lontar Badad Gajah Maddha diceritakan bahwa orangtua Gajah Mada adalah pendeta hindu di Wilatikta (Majapahit). Ayahnya bernama Mpu Curadharmayogi dan ibunya bernama Patni Nuriratih, keduanya diangkat menjadi pendeta oleh Mpu Ragarunting.

Dalam aturan yang berlaku untuk pendeta, kedua pasangan ini dilarang bersetubuh meski sudah berstatus nikah. Selanjutnya Curadharmayogi memilih berdomisili di luar Wilatikta, di asrama Gili Madri, sedangkan Patni Nariratih berdomisili di Wilatikta.

Meski terpisah, namun keduanya intens bertemu. Patni setiap hari mengunjungi sang suami untuk mengantarkan sarapan dan kebutuhan harian lainnya. Hingga pada suatu hari kejadian tidak biasa terjadi di antara keduanya.

Saat hendak menyantap masakan sang istri, tanpa sengaja gelas tersenggol dan air pun tumpah. Melihat hal itu, Curadharmayogi pun pergi mencari air minum. Patni ditinggal sendirian. Baca juga: Rasakan Sensasi Percikan Hujan Abadi di Air Terjun Madakaripura Probolinggo
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kisah Pilu Mpu Prapanca,...
Kisah Pilu Mpu Prapanca, Difitnah Kaum Bangsawan dan Diusir dari Istana Majapahit
Kisah Moksa Mahapatih...
Kisah Moksa Mahapatih Gajah Mada di Air Terjun Madakaripura
Harmonisasi Majapahit...
Harmonisasi Majapahit dan Campa Mulai dari Pernikahan Politik hingga Pemberian Suaka ke Raja
Kisah Raja Tribhuwana...
Kisah Raja Tribhuwana Tunggadewi Mempercayakan Perempuan Memimpin di Majapahit
Tiga Saran Gayatri Wujudkan...
Tiga Saran Gayatri Wujudkan Sumpah Palapa Gajah Mada
Sosok Mpu Nambi, Mahapatih...
Sosok Mpu Nambi, Mahapatih Pertama Kerajaan Majapahit yang Jago Siasat Perang
Indonesia di Antara...
Indonesia di Antara Quantum Warfare dan Multipolaritas
7 Perang Besar di Selat...
7 Perang Besar di Selat Malaka: Dari Jalur Rempah hingga Medan Tempur Kekuatan Dunia
Urgensi Indonesia Maritime...
Urgensi Indonesia Maritime Policy
Rekomendasi
9 Fakta Diplomasi Ayat...
9 Fakta Diplomasi Ayat Suci Al-Quran pada Pemakaman Khamenei, Kirim Sinyal Bedakan Siapa Sekutu dan Musuh
Paraguay Bak Main Tarkam...
Paraguay Bak Main Tarkam di Piala Dunia 2026, Orlando Gill: Bola Boleh Lewat, Kaki Jangan!
Dharma Pongrekun Tanggapi...
Dharma Pongrekun Tanggapi Kemenkes: Kalau Semua Sudah Konstitusional, Mengapa Masih Perlu Meyakinkan Publik?
Berita Terkini
Pengendara Ninja yang...
Pengendara Ninja yang Pukul Pemotor Lain di Jagakarsa Ditangkap, Begini Penampakannya
Bupati Langkat Syah...
Bupati Langkat Syah Afandin Jadi Tersangka Kasus Suap, Hartanya Rp10,6 Miliar
Polri Presisi Dinilai...
Polri Presisi Dinilai Telah Sampai di Hati Masyarakat
Dihadiri Komedian Narji,...
Dihadiri Komedian Narji, Khitanan Massal PSI Banten di Tangsel Diikuti Ratusan Peserta
Jakarta Menuju Kota...
Jakarta Menuju Kota Global, Ida Fauziyah: Empat Pilar Kebangsaan Jangan Dilupakan
Polresta Bandara Soetta...
Polresta Bandara Soetta Gerebek Pabrik Narkoba Internasional Beromzet Rp360 Miliar, Transaksi Pakai Kripto
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved