Curhat Emak-Emak Buruh Linting Rokok: Dulu Bisa Lembur Kita Makan Enak, Kini Tak Ada Lagi
Rabu, 21 September 2022 - 12:57 WIB
loading...
Masa kejayaan emak-emak buruh linting rokok seolah telah usai. Kini mereka harus pandai berhemat untuk memenuhi kebutuhan keluarga, apalagi usai dihantam badai pandemi Covid-19. Foto SINDOnews
A
A
A
SEMARANG - Masa kejayaan emak-emak buruh linting rokok seolah telah usai. Kini mereka harus pandai berhemat untuk memenuhi kebutuhan keluarga, apalagi usai dihantam badai pandemi Covid-19 disusul dengan kenaikan harga BBM.
Juni Indarwati yang telah bekerja sebagai buruh linting rokok selama 20 tahun, hanya bisa mengenang masa-masa bisa lembur di pabrik. Dulu, hampir separuh hari dihabiskan untuk bekerja melinting rokok dengan tangan-tangannya. Baca juga: Kenaikan Cukai Bukan Solusi Jitu, Pemerintah Diminta Buat Peta Jalan Industri Rokok
“Dulu saya bekerja bisa 10 jam per hari. Mulai pukul 06.00 sampai 16.00 WIB. Masa-masa bisa mengumpulkan cukup banyak uang bagi kepentingan keluarga,” kata Juni ditemani dua rekannya Melia dan Agustina, Selasa (20/9/2022).
Menurutnya, saat itu pabrik tempatnya bekerja banyak menerima pesanan rokok sehingga ribuan buruh harus menambah ekstra waktu pengerjaan. Namun kondisi tersebut tak berjalan sesuai harapannya. Jumlah pekerjaan melinting rokok tak sepadat waktu lalu.
“Dulu bisa bekerja sampai sore. Tapi beberapa tahun terakhir kita enggak pernah lembur. Jadi sangat berdampak sekali (pada pendapatan). Malah sekarang itu ada ungkapan, jangan terlalu berharap bisa lembur, karena bisa bekerja full Senin sampai Sabtu saja itu kita sudah bersyukur,” lugasnya.
Juni Indarwati yang telah bekerja sebagai buruh linting rokok selama 20 tahun, hanya bisa mengenang masa-masa bisa lembur di pabrik. Dulu, hampir separuh hari dihabiskan untuk bekerja melinting rokok dengan tangan-tangannya. Baca juga: Kenaikan Cukai Bukan Solusi Jitu, Pemerintah Diminta Buat Peta Jalan Industri Rokok
“Dulu saya bekerja bisa 10 jam per hari. Mulai pukul 06.00 sampai 16.00 WIB. Masa-masa bisa mengumpulkan cukup banyak uang bagi kepentingan keluarga,” kata Juni ditemani dua rekannya Melia dan Agustina, Selasa (20/9/2022).
Menurutnya, saat itu pabrik tempatnya bekerja banyak menerima pesanan rokok sehingga ribuan buruh harus menambah ekstra waktu pengerjaan. Namun kondisi tersebut tak berjalan sesuai harapannya. Jumlah pekerjaan melinting rokok tak sepadat waktu lalu.
“Dulu bisa bekerja sampai sore. Tapi beberapa tahun terakhir kita enggak pernah lembur. Jadi sangat berdampak sekali (pada pendapatan). Malah sekarang itu ada ungkapan, jangan terlalu berharap bisa lembur, karena bisa bekerja full Senin sampai Sabtu saja itu kita sudah bersyukur,” lugasnya.
Lihat Juga :