66 Rumah, Sekolah dan Masjid di Cikidang Sukabumi Diterjang Puting Beliung

Minggu, 18 September 2022 - 10:22 WIB
loading...
66 Rumah, Sekolah dan Masjid di Cikidang Sukabumi Diterjang Puting Beliung
Sejumlah pohon tumbang yang belum dievakuasi, menimpa beberapa rumah warga di Sukabumi.
A A A
SUKABUMI - Sebanyak 66 rumah warga, 1 sekolah dan 1 masjid di 5 desa di wilayah Kecamatan Cikidang, Kabupaten Sukabumi, terdampak bencana angin puting beliung . Akibatnya puluhan rumah dan fasilitas umum tersebut mengalami rusak ringan hingga rusak berat.

Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Cikidang, Angga Lesmana mengatakan kejadian tersebut Sabtu (17/9/2022) sekira pukul 03.00 WIB kemarin. Sebelum terjadi angin puting beliung, awalnya turun hujan deras yang disertai angin kencang.

"Selain puluhan rumah dan fasilitas umum dan tempat ibadah, angin puting beliung juga menumbangkan pepohonan yang ada. Hingga saat ini pohon yang tumbang belum dievakuasi karena keterbatasan alat," ujar Angga kepada MNC Portal Indonesia, Minggu (18/9/2022).

Baca juga: Hujan Deras Intensitas Tinggi Guyur Sukabumi, 9 Kampung Terendam

Untuk di Desa Gunungmalang, angin puting beliung memorak-porandakan rumah mulai dari RT 01, 02, 03, RW 05, Kedusunan Cuparung dengan total sementara kerusakan sebanyak 34 unit rumah yang mengalami rusak ringan dan berat.

"Kemudian di Desa Cijambe, kerusakan 2 rumah dan 1 sekolah terjadi di Kampung Ciareuy RT 03. Lalu di Desa Cikidang bencana terjadi Kampung Cikidang RW 08 sebanyak 10 rumah, Kampung Cikarang RW 06 sebanyak 5 rumah dan Kampung Panyindangan RW 09 sebanyak 1 mesjid," tambah Angga.

Lebih lanjut Angga mengatakan bahwa untuk di Desa Mekarnangka masih dalam kajian petugas, sedangkan di Desa Cikiray terjadi di Kampung Cikiray dengan kerusakan fasilitas sekolah, lalu tempat lain yang terdampak berlokasi di Kampung Ciborete RT 04/03 dan Kampung Pangkalan RT 02/03.

"Untuk jumlah total kerugian atas bencana puting beliung ini, petugas masih melakukan penghitungan dan kebutuhan darurat yang dibutuhkan warga berupa genteng dan asbes, karena kerusakan dominan terjadi pada atap bangunan. Tidak ada korban jiwa maupun luka," ujar Angga.
(msd)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1464 seconds (11.210#12.26)