Atasi Dampak Kenaikan BBM di Kalsel, Penyaluran BLT Harus Tepat Sasaran
Selasa, 13 September 2022 - 20:18 WIB
loading...
A
A
A
"Mengingat masih sangat banyaknya masyarakat yang belum mengetahui pendaftaran kuota BBM bersubsidi jenis pertalite dan solar melalui aplikasi MyPertamina," ujarnya.
Lanjut Hery menyatakan perlunya aktivitas pengisian BBM secara mobile ke lokasi-lokasi basis perekonomian masyarakat.
"Misal kelompok petani, nelayan, pedagang pasar, dan lain-lainnya. Sebab kelompok tersebut masih rentan perekonomiannya dan sebagai tulang punggung perekonomian nasional. Mereka kelompok yang dinilai sangat membutuhkan BBM bersubsidi," kata Hery.
Sementara Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina menyatakan pentingnya forum dialog akademis ini agar menjadi rumusan kebijakan bagi pemerintah.
"Kami apresiasi forum dialog akademis ini sebagai rekomendasi rumusan kebijakan bagi pemerintah dan forum konsultasi publik antar stakeholders, dan kami harapkan pemerintah pusat melalui pertamina dapat menambah kuota BBM subsidi di Banjarmasin," kata Ibnu Sina.
Acara diskusi publik diisi sejumlah narasumber, di antaranya akademisi Universitas Lambung Mangkurat, Taufik Arbain; Kabid Energi Dinas ESDM Provinsi Kalimantan Selatan, H Sutikono; Sales Branch Manager VI Kalselteng PT Pertamina Patra Niaga, Moh. Riza Rahmat Syah; dan Kepala Perwakilan Ombudsman Kalsel, Hadi Rahman.
Lanjut Hery menyatakan perlunya aktivitas pengisian BBM secara mobile ke lokasi-lokasi basis perekonomian masyarakat.
"Misal kelompok petani, nelayan, pedagang pasar, dan lain-lainnya. Sebab kelompok tersebut masih rentan perekonomiannya dan sebagai tulang punggung perekonomian nasional. Mereka kelompok yang dinilai sangat membutuhkan BBM bersubsidi," kata Hery.
Sementara Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina menyatakan pentingnya forum dialog akademis ini agar menjadi rumusan kebijakan bagi pemerintah.
"Kami apresiasi forum dialog akademis ini sebagai rekomendasi rumusan kebijakan bagi pemerintah dan forum konsultasi publik antar stakeholders, dan kami harapkan pemerintah pusat melalui pertamina dapat menambah kuota BBM subsidi di Banjarmasin," kata Ibnu Sina.
Acara diskusi publik diisi sejumlah narasumber, di antaranya akademisi Universitas Lambung Mangkurat, Taufik Arbain; Kabid Energi Dinas ESDM Provinsi Kalimantan Selatan, H Sutikono; Sales Branch Manager VI Kalselteng PT Pertamina Patra Niaga, Moh. Riza Rahmat Syah; dan Kepala Perwakilan Ombudsman Kalsel, Hadi Rahman.
(shf)
Lihat Juga :