Pengembangan 5 Destinasi Pariwisata Super Prioritas di NTT Dipercepat
Minggu, 11 September 2022 - 10:20 WIB
loading...
Direktur Utama Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF), Shana Fatina menjelaskan pengaruh positif adanya forum investasi 5 DPSP di Labuan Bajo, Sabtu, (9/9/2022). Foto/Yoseph Mario Antognoni
A
A
A
LABUAN BAJO - Akselerasi pengembangan 5 Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) terus dilakukan. Upaya mendatangkan calon investor dan mempercepat realisasi investasi di 5 DPSP diwujudkan dalam Forum Investasi 5 DPSP melalui kolaborasi BKPM, Kemenkomarves, Kemenparekraf, bersama BPOLBF di Labuan Bajo, Jumat (9/9/2022).
Kegiatan di Hotel Meruorah Labuan Bajo ini merupakan tindak lanjut dari komitment pemerintah untuk melakukan pengembangan dan pembangunan infrastruktur serta pemberian insentif ke berbagai sektor ekonomi kreatif hingga ke lima DPSP ini menjadi tujuan utama dalam rangka mewujudkan Labuan Bajo sebagai destinasi pariwisata berkelas dunia.
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan dalam sambutan virtualnya menyampaikan perlu optimalisasi pembangunan di sektor pariwisata dan hal ini tidak bisa hanya mengandalkan APBN dan APBD.
Baca juga: Kemenparekraf Dorong Peningkatan Kualitas UMKM Labuan Bajo
"Kita perlu mengoptimalisasi pembangunan sektor pariwisata khususnya dari sisi Amenitas, Aksesibilitas, dan Atraksi, yang mana sumber dananya tidak bisa hanya mengandalkan APBN dan APBD saja, tapi tentunya juga dari investasi baik dalam negeri maupun asing. Sejauh ini realisasi investasi di sektor Parekraf adalah sebesar 5, 31 T pada tahun 2020 hingga triwulan 1 2022," jelasnya.
Kegiatan di Hotel Meruorah Labuan Bajo ini merupakan tindak lanjut dari komitment pemerintah untuk melakukan pengembangan dan pembangunan infrastruktur serta pemberian insentif ke berbagai sektor ekonomi kreatif hingga ke lima DPSP ini menjadi tujuan utama dalam rangka mewujudkan Labuan Bajo sebagai destinasi pariwisata berkelas dunia.
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan dalam sambutan virtualnya menyampaikan perlu optimalisasi pembangunan di sektor pariwisata dan hal ini tidak bisa hanya mengandalkan APBN dan APBD.
Baca juga: Kemenparekraf Dorong Peningkatan Kualitas UMKM Labuan Bajo
"Kita perlu mengoptimalisasi pembangunan sektor pariwisata khususnya dari sisi Amenitas, Aksesibilitas, dan Atraksi, yang mana sumber dananya tidak bisa hanya mengandalkan APBN dan APBD saja, tapi tentunya juga dari investasi baik dalam negeri maupun asing. Sejauh ini realisasi investasi di sektor Parekraf adalah sebesar 5, 31 T pada tahun 2020 hingga triwulan 1 2022," jelasnya.
Lihat Juga :