Kesetiaan Istri Patih Gajah Mada saat sang Suami Disalahkan Atas Tragedi Perang Bubat

Minggu, 11 September 2022 - 08:34 WIB
loading...
A A A
"Pagar halaman telah dirusak, batasnya telah terhapus. Bala tentara berdesak masuk halaman," tulis Slamet Muljana. Di dalam rumah, tidak ada satupun punggawa Gajah Mada yang berani ke luar.

Di dalam ruangan Istri Gajah Mada hanya bisa mondar-mandir gelisah.

Melihat banyaknya bala tentara Majapahit, istri Gajah Mada meminta suaminya menyerah. Dikisahkan dalam buku "Menuju Puncak Kemegahan, Sejarah Kerajaan Majapahit" Gajah Mada hanya mengenakan cawat geringsing.

Selembar kain putih menyelubungi tubuhnya dengan sabuk atmaraksi melingkari pinggangnya.

Kepungan bala tentara Majapahit tidak menggoyahkan semedinya. Anehnya, saat menerobos masuk, bala tentara Majapahit hanya menjumpai istri Gajah Mada dengan keris terhunus di tangan. Semua tempat digeledah.

Berbagai sudut ruangan disisir, namun Gajah Mada yang mereka cari tidak ada. Karena marah, tentara Majapahit menjarah semua harta benda yang ada. "Semua harta benda dijarah habis," kata Slamet Muljana.

Bala tentara Majapahit kemudian dikerahkan untuk memburu Gajah Mada. Semua bergerak hingga ke dusun-dusun untuk menangkap Mahapatih yang telah menyatukan Nusantara itu.

Kidung Sundayana menyebut, saat mahapatih Gajah Mada bersemedi, jiwa raganya moksa ke Wisnuloka. Menyaksikan itu, seisi rumah kepatihan mencucurkan air mata.

Begitu juga dengan istri Gajah Mada. Saat tentara Majapahit datang mengepung, istri Gajah Mada pergi meninggalkan rumah mencari tempat persembunyian.

Sebagai wujud kesetiaan kepada suami, ia melakukan bela pati dengan menikamkan keris ke dada. Kendati demikian, hingga kini tahun kematian Gajah Mada masih simpang siur.
Halaman :
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1993 seconds (11.97#12.26)