alexametrics

Dampak Pandemi COVID-19, Klaim JHT BPJAMSOSTEK Melonjak

loading...
Dampak Pandemi COVID-19, Klaim JHT BPJAMSOSTEK Melonjak
Dirut BPJAMSOSTEK Agus Susanto (tengah), bersama Direktur Renstra dan IT Sumarjono dan Deputi Direktur BPJS Ketenagakerjaan Kanwil Jatim Dodo Suharto. Foto/SINDOnews/Ali Masduki
A+ A-
SURABAYA - Klaim program Jaminan Hari Tua (JHT) yang dikelola BPJAMSOSTEK di masa pandemi COVID-19 meningkat tajam. Hal itu akibat banyaknya pemutusan hubungan kerja (PHK).

(Baca juga: Ditabrak Truk Trailer, Warga Tengerang Meregang Nyawa di Salatiga)

Direktur Utama BPJAMSOSTEK, Agus Susanto mengungkapkan, sejak awal tahun hingga tanggal 26 Juni 2020, secara nasional klaim JHT telah mencapai angka 1,100 juta kasus.

Diperkirakan jumlah klaim akan terus meningkat. Jika dibandingkan klaim berjalan pada bulan Juni 2020 yang telah mencapai 259 ribu kasus, ada peningkatan 109% dibandingkan klaim selama bulan Juni 2019. Namun dirinya memastikan bahwa BPJAMSOSTEK telah siap untuk menghadapi gelombang PHK di tengah pandemi ini.



"Kalau kita potret dari tahun sebelumnya mulai Januari-Juni ada peningkatan 9%. Namun pada Juni tahun ini jika dibandingkan dengan tahun lalu naik dua kali lipat. Kedepan proyeksi kita ada peningkatan lebih dari 200 persen," katanya pada SINDOnews saat meninjau pelayanan Kantor BPJAMSOSTEK Cabang Surabaya Rungkut, Rabu (1/7/2020).

(Baca juga: 105 TKA China Lolos Dari Hadangan Massa di Bandara Haluoleo)



Meski demikian, di tengah maraknya PHK, Agus tetap mengimbau agar para peserta tidak mengambil JHT karena merupakan tabungan untuk masa depan. Nantinya jika peserta sudah mendapat pekerjaan baru bisa diteruskan.

Namun apabila kondisinya memang harus diambil, pihaknya siap melayani dan memberikan hak-haknya. Ia berharap, bagi peserta yang saat ini mengambil JHT, sedapat mungkin untuk daftar kembali sebagai peserta BPJAMSOSTEK untuk menata kehidupan dimasa mendatang.

"Apabila sudah mulai bekerja tolong datang ke kami untuk mendaftarkan diri menjadi peserta BPJAMSOSTEK, karena manfaatnya luar biasa," tuturnya.

Dampak Pandemi COVID-19, Klaim JHT BPJAMSOSTEK Melonjak


Agus melanjutkan, di tengah pandemi COVID-19 dan kian meningkatnya peserta yang mengambil JHT, BPJAMSOSTEK sudah mempersiapkan inovasi layanan yang sudah beradaptasi dengan era baru.

Jika sebelumnya pelayanan dilakukan dengan tatap muka, saat ini para petugas sudah melayani peserta tanpa kontak fisik, yakni Pelayanan Tanpa Kontak Fisik (Lapak Asik) yang terdiri dari kanal online, offline dan kolektif.

Untuk kanal online, kata Agus, peserta dapat melakukan klaim 100 persen secara online tidak pernah ketemu dengan petugas. Namun fasilitas offline tetap dibuka untuk melayani peserta yang memiliki keterbatasan klaim secara online.

"Oleh karena itu kita buka kanal offline melalui cabang-cabang BPJAMSOSTEK di seluruh Indonesia. Bagi peserta yang kesulitan silahkan datang ke cabang kami, namun cabang kami akan menerapkan protokol kesehatan dengan ketat," tegasnya.

Agus menyampaikan untuk LAPAK ASIK offline, di seluruh kantor cabang BPJAMSOSTEK menyediakan bilik- bilik yang dilengkapi layar monitor yang terhubung dengan petugas secara video conference untuk kebutuhan komunikasi dan verifikasi data.

Melalui metode ini, setiap petugas Customer Service Officer (CSO) melayani 4-6 orang sekaligus dalam waktu bersamaan, sehingga metode pelayanan ini disebut "One to Many".

"Dengan metode One To Many, Kemampuan produksi untuk meyelesaikan klaim meningkat lima kali lipat dan physical distancing tetap terjaga. Saat ini sudah kita implementasikan hampir di seluruh cabang BPJAMSOSTEK seluruh Indonesia, terutama untuk kantor-kantor yang punya ruang memadai. Untuk kantor-kantor yang kecil masih dilakukan dengan cara one to one tapi tetap memperhatikan physical distancing," paparnya.

(Baca juga: Segel Keraton Kasepuhan, Raden Raharjo Djali Dilaporkan Polisi)
halaman ke-1 dari 2
Ikuti Kuis Berhadiah Puluhan Juta Rupiah di SINDOnews
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak