BNN Sita 239,5 Kg Sabu di Sulsel Sepanjang 2021-2022

Selasa, 30 Agustus 2022 - 16:56 WIB
loading...
BNN Sita 239,5 Kg Sabu...
Kepala BNN RI, Petrus Reinhard Golose menyebut ada 239,5 kilogram sabu yang telah disita dari Sulawesi Selatan sepanjang periode 2021 hingga Agustus 2022. Foto/SINDOnews/Syamsi Nur Fadhilah
A A A
MAKASSAR - Badan Narkotika Nasional (BNN) Republik Indonesia (RI) mencatat ada 239,5 kilogram (kg) sabu yang telah disita dari Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel). Hasil itu diperoleh dari sejumlah operasi yang dilakukan sejak tahun 2021 sampai Agustus 2022.

Kepala BNN RI , Petrus Reinhard Golose, menyebut jumlah itu belum termasuk dari operasi yang dilakukan oleh Kepolisian Daerah (Polda) Sulsel. Juga belum termasuk jenis narkotika lainnya.

Baca Juga: BNNP Sulsel Musnahkan 3 Kg Lebih Sabu asal Malaysia

"Saya lihat penangkapan BNN 2021-2022 di Sulsel sekitar 239,5 kilogram. Itu termasuk besar untuk sabu. Polda lapor sekitar 180-an kilogram. Kalau ditotal menjadi 400 kilogram lebih," ungkap Reinhard saat dijumpai di Hotel Claro Makassar, Selasa (30/8/2022).

Berdasarkan data pengungkapan kasus pada tahun 2022 ini, BNN Provinsi Sulsel diketahui telah mengamankan sebanyak 129,3 kilogram sabu dan 10,3 kilogram ganja. Reinhard menyatakan, banyaknya peredaran narkotika di Sulsel ditengarai tingginya permintaan dari para pengguna.

Akibat hal itu, lebih dari 70 persen penghuni lembaga pemasyarakatan atau lapas di Sulsel ditempati oleh mereka yang tersandung kasus narkotika. Bahkan lebih parahnya lagi, mereka didominasi para pengguna.

"Khusus Sulsel, kami melihat bahwa banyak supply (pasokan) yang datang karena demand (permintaan) yang lumayan, dan lebih dari 70 persen penghuni lapas itu ditempati pengguna narkotika. Artinya, kejahatan narkotika masih lebih banyak dari kejahatan umum," tuturnya.

"Saya juga cek ke jajaran rehabilitasi, terutama yang dipunyai BNNP dan yang rawat jalan, siapa yang paling banyak direhabilitasi di Sulsel, semua pengguna sabu," imbuh Reinhard.

Secara nasional, penggunaan narkotika di Indonesia didominasi oleh konsumsi ganja yang mencapai 41,4 persen, disusul sabu 25,7 persen, serta dextro dan pil koplo sebanyak 11,8 persen.

Reinhard menuturkan, masuknya peredaran narkotika di Indonesia banyak berasal Panama, lalu negara-negara Amerika Selatan seperti Argentina, Kolombia, dan Ekuador. Kemudian dari Golden Triangle, yakni Myanmar, Laos, dan Thailand.

"Di Argentina baru saja ditangkap sekitar 70-an ton lebih, Panama 134 ton, Kolombia 1.200 ton, dan Ekuador 78 ton. Ada kurir Indonesia tertangkap di Ekuador tapi tidak dihukum, hanya dideportasi karena saking banyaknya kartel yang terlibat," bebernya.

Untuk menekan peredaran narkotika di tanah air, sambung Reinhard, pihaknya menyusun strategi war on drugs yang menekankan pada pendekatan yang lebih humanis. Oleh karena itu, juga diperlukan sinergitas semua pihak untuk memberantas penyalahgunaan narkotika.

"Saya buat strategi dengan tagline war on drugs. Strateginya adalah bagaimana soft power approach yaitu kegiatan pencegahan, kemudian empowering dengan mengedepankan pemberdayaan masyarakat, dan tentunya yang paling penting adalah rehabilitasi," tandas Reinhard.

Baca Juga: Polda Sulsel Musnahkan 14 Kg Sabu dan Ribuan Pil Ekstasi

Sementara itu, Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman menyatakan, pihaknya berkomitmen penuh untuk memberantas penyalahgunaan narkotika di Indonesia, khsusunya di Sulawesi Selatan. Hal itu dibuktikan dengan hadirnya program Gerakan Cari Mantu Bersih Narkoba.

"Dalam rangka preventif, kami punya program tes narkoba gratis bagi calon pengantin. Itu penting karena kami punya visi ada represif, ada preventif. Represif itu menangkap beberapa pengedar dan sebagainya. Tentu ini harus diimbangi dengan beberapa pencegahan dengan menutup akses-akses. Kami sudah anggarkan tahun ini Rp1 miliar untuk 3.400 tes narkoba," jelas Andi Sudirman.
(tri)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Lagu Siti Mawarni Viral,...
Lagu Siti Mawarni Viral, BNN RI Ratusan Kilogram Narkoba di Operasi Saber Bersinar 2026
BNN Gerebek Kampung...
BNN Gerebek Kampung Narkoba, 7 Orang Diciduk dan Ratusan Juta Uang Disita
Apartemen di Kelapa...
Apartemen di Kelapa Gading Dijadikan Gudang Sabu 29,4 Kg, 2 Orang Dibekuk
Residivis di Makassar...
Residivis di Makassar Kendalikan Sabu Rp9 Miliar
BPOM Gandeng BNN dan...
BPOM Gandeng BNN dan Polri Awasi Peredaran dan Penyalahgunaan Whip Pink
BNN Gerebek Pabrik Narkoba...
BNN Gerebek Pabrik Narkoba di Apartemen Jakut, 4 Orang Ditangkap
Seskab Teddy Bertemu...
Seskab Teddy Bertemu Kepala BNN Komjen Suyudi, Ada Apa?
Menkomdigi Ajak Generasi...
Menkomdigi Ajak Generasi Muda Jadi Duta Internet Sehat dan Lawan Kejahatan Digital
Bareskrim Gagalkan Peredaran...
Bareskrim Gagalkan Peredaran Sabu dan Ekstasi Jaringan Internasional Rp72 Miliar
Rekomendasi
Sepekan Digelar, Jakarta...
Sepekan Digelar, Jakarta Fair 2026 Raih 1,5 Juta Pengunjung
Dilimpahkan ke Kejari...
Dilimpahkan ke Kejari Jaksel, Roy Suryo: Allahu Akbar, Terus Semangat!
5.000 Jembatan Gantung...
5.000 Jembatan Gantung Dibangun, Prabowo Ingin Percepat Konektivitas Pelosok
Berita Terkini
Polda Metro: Penangguhan...
Polda Metro: Penangguhan Penahanan Roy Suryo dan Dokter Tifa Tanggung Jawab Jaksa
Gelar Upacara HUT ke-499...
Gelar Upacara HUT ke-499 di Monas, Pemprov DKI Jakarta Tampilkan Tarian dan Defile OPD
Meriahkan HUT ke-499...
Meriahkan HUT ke-499 Jakarta, 2.000 Anak Ikuti Khitanan Massal Gratis
50 Tokoh Jamin Roy Suryo...
50 Tokoh Jamin Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Kabur, Penangguhan Penahanan Diajukan
Kuasa Hukum Roy Suryo...
Kuasa Hukum Roy Suryo dan Dokter Tifa Pertanyakan Penahanan: Razman Saja Tak Ditahan
Roy Suryo Kenakan Batik...
Roy Suryo Kenakan Batik Motif Garuda dan Kepalkan Tangan saat Tiba di Rutan Polda Metro
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved