alexametrics

April-Mei, Tingkat Hunian Hotel di Sumsel hanya 18-19%

loading...
April-Mei, Tingkat Hunian Hotel di Sumsel hanya 18-19%
April-Mei, Tidak Ada Wisman Berkunjung ke Sumsel. Foto/Ilustrasi/SINDOnews/Dede Feb
A+ A-
PALEMBANG - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumsel mencatat, sama seperti di bulan April 2020, pada Mei 2020 tidak ada wisatawan mancanegara (wisman) yang berkunjung ke Sumsel meski penerbangan langsung internasional di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II sudah dibuka.

Kepala BPS Sumsel Endang Tri Wahyuningsih mengatakan, Tingkat Penghunian Kamar (TPK) atau okupansi hotel bintang di Sumsel pada Mei 2020 tercatat sebesar 18,94 persen, atau turun 0,49 poin dibanding TPK hotel pada April 2020 yang sebesar 19,43 persen.

TPK hotel tertinggi yakni terdapat di hotel bintang satu sebesar 29,05 persen dan yang terendah adalah hotel bintang dua yang sebesar 15,00 persen.



Rata-rata lama menginap tamu di Sumsel pada Mei 2020 pada hotel bintang selama 1,73 hari atau turun 0,31 hari dibanding April 2020.

"Dengan rincian 2,59 hari rata-rata lama menginap tamu asing dan 1,73 hari rata-rata lama menginap tamu domestik. Rata-rata lama menginap tamu yang paling lama ada pada hotel bintang satu yaitu 4,33 hari dan yang paling singkat 1,22 hari pada hotel bintang dua," ujar Endang, Rabu (01/07/2020).

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Kadisbudpar) Provinsi Sumsel Aufa Syahrizal mengakui, pasca dicanangkan untuk melakukan aktivitas new normal otomatis pemerintah melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah memberikan kemudahan kepada para pelaku pariwisata.

"Karena harus jujur kita akui, adanya pandemi COVID-19 ini pariwisata adalah industri yang paling terpuruk, karena adanya pelarangan pendatang baik dari dalam maupun luar negeri. Namun, secara bertahap kita sudah mulai izinkan pelaku pariwisata untuk melakukan aktivitas dengan tetap patuhi protokol kesehatan," kata Aufa.

Menurut Aufa, pihaknya bersama Dinas Pariwisata Kota Palembang dan PHRI Provinsi Sumsel sudah melakukan monitoring terkait penerapan protokol kesehatan ke sejumlah hotel, restoran dan tempat-tempat pariwisata di Kota Palembang.

"Semuanya sudah siap dengan penerapan protokol kesehatan, sesuai kebutuhan dan kemampuan masing-masing pelaku industri pariwisata," jelasnya. (Baca juga: Beraksi Siang Bolong, Begal di Palembang Rampas Mobil Wanita)

Ditambahkannya, saat ini pihaknya sedang berupaya memotivasi para pelaku industri pariwisata dengan cara memberikan penghargaan kepada pelaku industri pariwisata, yang betul-betul sudah menerapkan protokol kesehatan di new normal.

"Artinya, betul-betul mereka memberikan keyakinan dan kepercayaan kepada pengunjung yang datang," tandasnya.
(boy)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak