Pengidap HIV-AIDS di Sulsel Mencapai 26 Ribu Orang
Minggu, 21 Agustus 2022 - 23:30 WIB
loading...
A
A
A
"Di Makassar sejauh ini tercatat 62 orang anak di yang sementara terapi ARV (anti retroviral), artinya mereka sudah positif HIV," tuturnya.
Dia menyatakan, penularan HIV dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan. Hal itu disebabkan sangat sedikit pengidap HIV/AIDS yang bisa dijangkau untuk dilakukan terapi.
Dari 15 ribu orang pengidap HIV/AIDS di Makassar, hanya 3 ribu orang yang menjalani terapi. Akibatnya, penularan cukup sulit ditekan.
Dalam menjangkau pengidap HIV/AIDS untuk diterapi pun tidak mudah untuk dilakukan. Stigma dan diskriminasi yang diberikan kepada mereka, membuat mereka terus merahasiakan statusnya sebagai orang dengan HIV/AIDS (ODHA).
Padahal, terapi dengan mengonsumsi ARV atau anti retro viral berfungsi untuk menghambat pertumbuhan sel virus HIV di dalam tubuh ODHA. Jika ARV diminum secara rutin, maka pertumbuhan sel virus sangat rendah atau bahkan tidak terjadi, dan kualitas hidup ODHA menjadi baik.
"Dengan begitu, risiko penularan HIV dari ODHA tersebut ke orang lain menjadi sangat sangat rendah," jelas Andi Akbar.
Dia menyatakan, penularan HIV dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan. Hal itu disebabkan sangat sedikit pengidap HIV/AIDS yang bisa dijangkau untuk dilakukan terapi.
Dari 15 ribu orang pengidap HIV/AIDS di Makassar, hanya 3 ribu orang yang menjalani terapi. Akibatnya, penularan cukup sulit ditekan.
Dalam menjangkau pengidap HIV/AIDS untuk diterapi pun tidak mudah untuk dilakukan. Stigma dan diskriminasi yang diberikan kepada mereka, membuat mereka terus merahasiakan statusnya sebagai orang dengan HIV/AIDS (ODHA).
Padahal, terapi dengan mengonsumsi ARV atau anti retro viral berfungsi untuk menghambat pertumbuhan sel virus HIV di dalam tubuh ODHA. Jika ARV diminum secara rutin, maka pertumbuhan sel virus sangat rendah atau bahkan tidak terjadi, dan kualitas hidup ODHA menjadi baik.
"Dengan begitu, risiko penularan HIV dari ODHA tersebut ke orang lain menjadi sangat sangat rendah," jelas Andi Akbar.
Lihat Juga :