Menyisik Uang Daring dari Sekotak Kandang Bambu

Senin, 27 April 2020 - 11:04 WIB
loading...
A A A
Pemerataan ekonomi
Menggeliatnya belanja online di Indonesia sejak lima tahun terakhir, pastinya memberi dampak ekonomi bagi banyak pihak. Produsen yang awalnya memiliki keterbatasan pemasaran, kini lebih terbantu. Tak hanya itu, muncul produsen baru yang menghasilkan beragam produk kreatif.
Menyisik Uang Daring dari Sekotak Kandang Bambu

Salah satu marketplace Tokopedia mencatat, ada lebih dari 6,8 juta masyarakat Indonesia yang menjual produknya di Tokopedia (2018). Mereka menjual lebih dari 200 juta jenis produk. Yang menarik, 86,5% di antara jutaan penjual itu adalah pebisnis baru dan 38,6% lainnya adalah kreator lokal.

Riset Lembaga Pengembangan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI) pada 2018-2019 mencatat bahwa Tokopedia telah memberikan pengaruh besar bagi perekonomian Indonesia.

Secara nasional, selama 2018, Gross Merchandise Value Tokopedia telah berhasil menembus angka Rp73 triliun. Nilai ini diperkirakan naik menjadi Rp222 triliun pada 2019 atau setara dengan 1,5% perekonomian Indonesia.

Tokopedia, juga telah berhasil menciptakan 857.000 lapangan kerja baru, dari penjual aktif Tokopedia yang berada di Aceh sampai Papua. Jumlah ini setara dengan 10,3% dari total lapangan pekerjaan baru untuk Indonesia pada tahun 2018. Sebanyak 309.000 di antaranya bahkan menjadikan Tokopedia sebagai sumber penghasilan utama.

Persebaran lapangan kerja tersebut meliputi beberapa wilayah Indonesia, seperti DKI Jakarta (207.117 lapangan kerja), Jawa Barat (172.348 lapangan kerja), Jawa Timur (112.488 lapangan kerja), Sumatera Utara (21.746 lapangan kerja), Bali (25.699 lapangan kerja), Sulawesi Selatan (7.194 lapangan kerja), Nusa Tenggara Barat (3.001 lapangan kerja) dan sebagainya.

Di Jawa Barat, kontribusi Tokopedia terhadap Gross Domestik Bruto (GDP) pada 2019 diperkirakan mencapai Rp32,1 triliun. Diperkirakan naik hampir tiga kali lipat dari tahun 2018. Pada tahun 2018, Tokopedia telah berhasil berkontribusi terhadap GDP Jawa Barat sebesar Rp11,3 triliun.

Tokopedia juga turut berkontribusi terhadap total pendapatan rumah tangga penduduk Jawa Barat pada tahun 2018 sebesar Rp3,6 triliun. Tahun 2019 diprediksi bakal meningkat menjadi Rp10, 3 triliun.

Sementara itu, data yang dilansir East Ventures Digital Competitiveness Index 2020, ekonomi digital di Indonesia diperkirakan akan tumbuh semakin pesat. Sebagaimana kajian Google, Temasek, dan Bain Company bertajuk “e-Conomy SEA 2019”, nilai ekonomi digital diperkirakan mencapai US$ 40 miliar pada 2019. Angka itu diprediksi akan meningkat, mencapai US$ 133 miliar pada 2025. E-commerce diprediksi menjadi sektor yang akan tumbuh paling cepat dalam 5 tahun ke depan.

Potensi yang cukup besar itu diprediksi bakal memberi dampak ekonomi dan terciptanya lapangan kerja di Indonesia. East Ventures - Digital Competitiveness Index 2020 menyebut, Indonesia menjadi pasar potensial untuk pengembangan ekonomi digital. Hal itu bisa dibuktikan tumbuh suburnya berbagai platform digital, seperti e-commerce, ride hailling, financial technology, hingga online travelling.

Kendati begitu, Indonesia akan terus menghadapi disrupsi ekonomi, baik dari sisi peluang ekonomi dan lapangan kerja. Sepanjang tahun 2019 misalnya, ratusan gerai toko modern tutup, memaksa efisiensi tenaga kerja. Begitupun di sektor perbankan, maraknya financial technology membuat perlambatan penyaluran kredit.
(wib)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pengurus IMA Batam Resmi...
Pengurus IMA Batam Resmi Dilantik, Diisi Diskusi tentang Digital Marketing
Mebel Jepara Melesat...
Mebel Jepara Melesat di Era Digital: Manfaatkan Pemasaran Online Raup Cuan
Modus Penipuan saat...
Modus Penipuan saat Transaksi Jual Beli Online Marak, Begini Cara Mencegahnya
Masyarakat Pedesaan...
Masyarakat Pedesaan Mulai Akrab dengan Belanja Online
Bermain Balok Susun...
Bermain Balok Susun Bermanfaat Asah Motorik dan Kreativitas Anak
Dilatih Pemasaran secara...
Dilatih Pemasaran secara Digital, Pedagang Jamu: Terima Kasih Partai Perindo
Belanja Akhir Pekan...
Belanja Akhir Pekan Lebih Hemat, BRI Hadirkan Promo Diskon Rp100.000 di Tokopedia
Tokopedia & TikTok Shop...
Tokopedia & TikTok Shop Latih UMKM Perempuan soal HKI di Hari Kartini
Purbaya Ungkap Alasan...
Purbaya Ungkap Alasan di Balik Pajak Pedagang Online: Bukan Hanya demi Pendapatan Negara
Rekomendasi
Tutup P3N 27, Gubernur...
Tutup P3N 27, Gubernur Lemhannas Tegaskan Pemimpin Nasional Harus Berintegritas, Adaptif, dan Visioner
Presiden Lebanon Aoun...
Presiden Lebanon Aoun Peringatkan Kesepakatan Gencatan Senjata sebagai Kesempatan Terakhir
Pemerintah Serahkan...
Pemerintah Serahkan 112 DIM RUU Polri ke Komisi III DPR
Berita Terkini
Keberhasilan Memanfaatkan...
Keberhasilan Memanfaatkan Bonus Demografi Bergantung pada Kualitas Generasi Muda
Warga Wanam Harap Pembangunan...
Warga Wanam Harap Pembangunan PSN di Papua Selatan Dilanjutkan
PLN Cikarang Tegaskan...
PLN Cikarang Tegaskan Jarak Aman 3 Meter, Kegiatan Berisiko Tinggi Wajib Koordinasi
5 Jam Diperiksa Polda...
5 Jam Diperiksa Polda Metro, Saiful Mujani Dicecar 37 Pertanyaan
Tiket Jakarta Fair 2026...
Tiket Jakarta Fair 2026 Mulai Dibuka Hari ini, Targetkan 6 Juta Pengunjung
Tinjau SDN Babakan 01...
Tinjau SDN Babakan 01 Pascarevitalisasi, Wakil Wali Kota Tangsel Pastikan KBM Nyaman
Infografis
5 Fakta Jeffrey Epstein:...
5 Fakta Jeffrey Epstein: dari Guru Tanpa Ijazah hingga Dugaan Agen Mossad
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved