Menyisik Uang Daring dari Sekotak Kandang Bambu

Senin, 27 April 2020 - 11:04 WIB
loading...
A A A
Benar saja, kendati hanya sebuah kandang ayam, produk ini terpampang di Tokopedia, Bukalapak, dan marketplace besar lainnya. Beberapa mitra pedagang di Tokopedia misalnya mencatat penjualan hingga ratusan unit. Bahkan, produk ini pun banyak dijual dropshipper lainnya.

Robin sendiri tidak mengerti bagaimana sistem penjualan online. Jangankan mencoba menjual sendiri melalui marketplace, menyentuh smartphone pun jarang. Walaupun, dia tahu bahwa berdagang secara online akan diakses oleh banyak orang dari semua wilayah di Indonesia, bahkan luar negeri.

Untuk mayoritas masyarakat di kampungnya, membeli kuota internet akan sangat menyedot keuangan keluarga. Uang yang didapat dari hasil bekerja dan bertani, lebih banyak dipakai untuk kebutuhan makan dan hidup sehari hari.

Kendati begitu, dia bersyukur perkembangan teknologi komunikasi yang diikuti munculnya marketplace membuat ekonomi di kampungnya berdenyut. Dia meyakini, bila kandang ini tak dijual secara online, pesanan kandang ayam akan minim, karena terbatasnya pemasaran.

Bahkan, bagi sebagian orang, kandang ayam bukan barang bernilai. Tetapi karena bentuknya yang ramping, mudah dirakit, murah, dan ramah lingkungan, kandang ini banyak diburu. Kandang ini pun cocok untuk hewan peliharaan lainnya seperti kelinci, kucing, anjing, dan lainnya.

Apalagi, pamor kandang ayam ini cukup dikenal masyarakat setelah digunakan di salah satu sinetron "Pangkalan Ojek". Sinetron ini tayang di RCTI setiap sore, dan menjadi sinetron yang banyak ditunggu tinggi masyarakat Indonesia.

Salah satu konsumen kandang ayam, Yanti mengaku, tidak menyangka bila kandang ayam yang terkesan sederhana itu dibuat oleh puluhan tangan-tangan terampil dari perkampungan kecil di pinggiran Jawa Tengah. Bahkan produk kandang itu telah mampu menggerakan ekonomi masyarakat di kawasan itu.

Menurut dia, kegemarannya memelihara hewan seperti kucing dan kelinci membuatnya harus mencari kandang yang cocok, murah, dan ramah lingkungan. Namun tempat tinggalnya di kota besar seperti Bandung, cukup sulit mendapatkan kandang yang sesuai keinginannya.

Namun perkembangan teknologi komunikasi memberinya kemudahan. Awalnya, Yanti hanya iseng mencari kandang untuk hewan peliharaannya di beberapa platform digital seperti Tokopedia dan Bukalapak. "Ternyata di situ ada yang jual kandang ayam dari bambu. Bahkan harganya relatif terjangkau, di bawah Rp100.000-an," katanya.

Menurut dia, platform digital belanja online mempermudah dia mencari barang kebutuhan rumah tangga. Apalagi, posisinya sebagai ibu rumah tangga terkadang sulit bila harus belanja keluar rumah. Harga jual di market place pun cenderung lebih terjangkau, dibandingkan beli langsung secara offline.

"Semua jenis barang dari berbagai daerah di Indonesia bisa saya dapatkan lewat handphone. Bahkan ada produk yang harganya lebih murah daripada beli offline. Mungkin karena penjualnya adalah produsennya langsung, jadi lebih murah," kata dia.

Walaupun, diakuinya, ongkos kirim barang di Indonesia cenderung masih cukup mahal dan lama. Terkadang, ongkos kirim produk hampir setengahnya dari harga barang. Padahal, bila ongkos kirim bisa ditekan, dia yakin belanja online di Indonesia semakin menggeliat.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pengurus IMA Batam Resmi...
Pengurus IMA Batam Resmi Dilantik, Diisi Diskusi tentang Digital Marketing
Mebel Jepara Melesat...
Mebel Jepara Melesat di Era Digital: Manfaatkan Pemasaran Online Raup Cuan
Modus Penipuan saat...
Modus Penipuan saat Transaksi Jual Beli Online Marak, Begini Cara Mencegahnya
Masyarakat Pedesaan...
Masyarakat Pedesaan Mulai Akrab dengan Belanja Online
Bermain Balok Susun...
Bermain Balok Susun Bermanfaat Asah Motorik dan Kreativitas Anak
Dilatih Pemasaran secara...
Dilatih Pemasaran secara Digital, Pedagang Jamu: Terima Kasih Partai Perindo
Tokopedia dan TikTok...
Tokopedia dan TikTok Shop bersama Kementerian UMKM Bantu Pengusaha Mikro Yogyakarta #JualanNyaman
Tokopedia Sangkal PHK...
Tokopedia Sangkal PHK Massal Karyawan, Klaim Penataan Tenaga Kerja
Isu PHK Massal Karyawan...
Isu PHK Massal Karyawan Bikin Heboh! Dasco Panggil Menaker, TikTok dan Tokopedia
Rekomendasi
Dugaan Penyamaran Aset...
Dugaan Penyamaran Aset Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Disorot
60 Negara Jadi Sasaran...
60 Negara Jadi Sasaran Tarif Baru Trump, Termasuk Sekutu Dekat AS!
Tak Hanya Sehat, Olahraga...
Tak Hanya Sehat, Olahraga Calon Ayah Berpotensi Perbaiki DNA Anak
Berita Terkini
Polda Metro Jaya Bakal...
Polda Metro Jaya Bakal Panggil Hotman Paris Usai Dilaporkan PWI
APDSI dan PPPK Aksi...
APDSI dan PPPK Aksi Damai, Tuntut Pemenuhan Hak serta Gaji ke-13
Ketahanan Pangan Nasional,...
Ketahanan Pangan Nasional, Nestl Salurkan 90 Sapi Perah Impor di Jatim
PASTI Indonesia Desak...
PASTI Indonesia Desak Polda Kalsel Hentikan Kasus Babe Aldo dan Ditangani Bareskrim
Diskominfo Tangsel Bagikan...
Diskominfo Tangsel Bagikan Transformasi Digital Pelayanan Publik ke BPSDMD Jateng
Bersama Rumah Baca Empat...
Bersama Rumah Baca Empat Jagoan, MNC Peduli Berbagi Buku Dongeng dan Lomba Mewarnai
Infografis
Bakar Uang Demi Perang:...
Bakar Uang Demi Perang: Jejak Kelam Ekonomi Militer AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved