Cekcok dengan Suami, Wanita di Bima Tewas Tergantung di Jendela Kamar

Rabu, 10 Agustus 2022 - 21:44 WIB
loading...
Cekcok dengan Suami, Wanita di Bima Tewas Tergantung di Jendela Kamar
Tim Inafis Polres Bima saat memeriksa kondisi jenazah AR di PKM Monta, wanita yang tewas tergantung di jendela kamar. Foto: Istimewa
A A A
BIMA - Seorang wanita berinisial AR di Desa Simpasai, Kecamatan Monta, Kabupaten Bima , Nusa Tenggara Barat (NTB), ditemukan tewas . Tragisnya ibu rumah tangga itu tergantung di jendela kamar rumahnya.

Informasi yang dihimpun, kejadian ini terjadi pada Selasa (9/8/2022) sore jelang malam. Korban pertama kali ditemukan oleh ibu dan kakak kandungnya sekitar pukul 19.00 Wita.

Baca juga: Pria Depresi Ngamuk, Ular dan Landak Mini di Taman Wisata Jam Gadang Bukittinggi Dibanting hingga Mati

Kapolres Bima AKBP Heru Sasongko, melalui Kasi Humas Polres Bima, Iptu Adib Widayaka membenarkan bahwa ada seorang warga asal Desa Simpasai yang ditemukan tergantung menggunakan tali pinggang yang diikat di terali besi jendela kamar tidurnya.



"AR ditemukan sudah meninggal dunia oleh keluarganya yang dibantu warga sekitar, korban sempat dilarikan ke PKM Monta untuk memastikan kondisi korban," kata Kasi Humas Polres Bima, Rabu (10/8/2022).

Adib menjelaskan, sebelumnya korban sempat terlibat cekcok dengan suaminya. Setelah cekcok itu pun, suami korban langsung pergi ke rumah orang tuanya di Desa Tangga, Kecamatan Monta dan meninggalkan korban sendirian di rumahnya.

Baca juga: Medan Mencekam! Bentrok 2 Ormas Pecah, Pos Dibakar dan Polisi Terluka Bacok

"Sekitar Pukul 17.00 Wita suami korban menuju rumah orang tuanya di Desa Tangga. Mendengar kejadian istrinya yang gantung diri dan telah meninggal dunia, suami korban langsung mengamankan diri ke Polres Bima yang diantar oleh Kades Tangga dan Babinsa Tangga karena merasa takut dan khawatir ada hal yang tidak di inginkan," bebernya.

Usai dilakukan pemeriksaan secara medis oleh dokter Puskesmas Monta dan pemeriksaan oleh Unit Identifikasi Reskrim polres Bima, korban akhirnya dibawa kembali ke rumah duka di Desa Simpasai untuk dimakamkan.

"Untuk motif sebenarnya, saat ini kami sedang dalami dengan melakukan pemeriksaan saksi-saksi," pungkasnya.
(nic)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1453 seconds (11.210#12.26)