Miris! Ratusan Siswa SD di Padalarang Telantar Akibat Sekolah Disegel Pemilik Lahan
Senin, 08 Agustus 2022 - 17:22 WIB
loading...
Sejumlah siswa SD berteriak di gerbang sekolah dan meminta agar pemilik lahan mau membuka segel sekolah agar mereka kembali bisa belajar. Foto: iNewsTV/Yuwono Wahyu
A
A
A
BANDUNG BARAT - Ratusan siswa sekolah dasar (SD) di Padalarang, Bandung Barat , Jawa Barat, Senin siang (8/8/2022) telantar tak bisa melakukan kegiatan belajar.
Kondisi itu terjadi lantaran bangunan sekolah disegel dan ditutup paksa oleh ahli waris yang mengklaim kepemilikan lahan sekolah itu.
Mengetahui pintu gerbang sekolah ditutup paksa, ratusan siswa dan anak anak dari SD Negeri Bunisari di kawasan Padalarang, Bandung Barat berteriak agar pintu gerbang dibuka agar bisa beraktivitas melaksanakan kegiatan belajar mengajar.
Baca juga: Miris, Ratusan Siswa Pergi dan Pulang Sekolah dengan Berjuang Menantang Arus Sungai
Siswa dan orang tua mengaku dikagetkan, karena saat hendak ke sekolah, pintu gerbang sekolah sudah ditutup dengan cara dilas, sehingga siswa tak bisa masuk dan tertahan di pintu gerbang. Bahkan di samping pintu gerbang terdapat spanduk bertulisan penyegelan oleh ahli waris.
Penyegelan dan penutupan gerbang masuk diduga dilakukan oleh ahli waris Nana Rumantana yang diketahui aparat desa setempat.
Kondisi itu terjadi lantaran bangunan sekolah disegel dan ditutup paksa oleh ahli waris yang mengklaim kepemilikan lahan sekolah itu.
Mengetahui pintu gerbang sekolah ditutup paksa, ratusan siswa dan anak anak dari SD Negeri Bunisari di kawasan Padalarang, Bandung Barat berteriak agar pintu gerbang dibuka agar bisa beraktivitas melaksanakan kegiatan belajar mengajar.
Baca juga: Miris, Ratusan Siswa Pergi dan Pulang Sekolah dengan Berjuang Menantang Arus Sungai
Siswa dan orang tua mengaku dikagetkan, karena saat hendak ke sekolah, pintu gerbang sekolah sudah ditutup dengan cara dilas, sehingga siswa tak bisa masuk dan tertahan di pintu gerbang. Bahkan di samping pintu gerbang terdapat spanduk bertulisan penyegelan oleh ahli waris.
Penyegelan dan penutupan gerbang masuk diduga dilakukan oleh ahli waris Nana Rumantana yang diketahui aparat desa setempat.
Lihat Juga :