392 Calon Peserta Didik SMAN 1 Kisaran Tersisih, Orangtua: Aneh, Jarak 1 Km Tak Lulus
Senin, 29 Juni 2020 - 15:40 WIB
loading...
A
A
A
"Yang herannya, kok orang Mandoge (Kecamatan Bandar Pasir Mandoge) bisa lulus. Kita yang dekat, justru anak kita pula yang tak lulus. Aneh ini. Makanya kita kemari, mau minta penjelasan dari sekolah," ungkapnya.
Hal senada juga diungkapkan Mimin Rahmawati, warga Kelurahan Gambir Baru. Ia heran, bagaimana mungkin jumlah penduduk khusus angkatan SMA pada tahun ini di Kelurahan Selawan--lokasi gedung SMAN1 Kisaran berada, begitu banyak. (BACA JUGA: ASN dan Perawat Pemalsu Surat Hasil Rapid Test COVID-19 Diringkus)
Padahal, menurut dia, lokasi SMAN 1 Kisaran dikelilingi lahan perkebunan, seperti karet dan kelapa sawit serta kawasan sekolah. "Mungkin pohon karet ini pun sudah beranak, makanya banyak anak yang mau masuk di SMA satu Kisaran ini," katanya kesal.
Pada kesempatan itu, bukan hanya Melda dan Mimin yang hadir. Ada belasan orangtua lainnya yang berniat mempertanyakan soal ketidaklulusan anak mereka, di sekolah negeri tertua di Asahan itu. Namun tak satupun pihak sekolah menemui mereka.
Dari informasi yang dihimpun SINDOnews.com dari laman ppdb.disdik.sumutprov.go.id bahwa jumlah peserta didik yang lolos melalui jalur umum/zonasi sebanyak 218 peserta didik dari 610 pendaftar. Skor (meter) tertinggi 188 meter, sedangkan terendah 997 meter. Sebanyak 392 calon peserta didik yang tersisih. (BACA JUGA: Pecah Pembuluh Darahnya, Buruh Bangunan di Medan Tewas)
Hal senada juga diungkapkan Mimin Rahmawati, warga Kelurahan Gambir Baru. Ia heran, bagaimana mungkin jumlah penduduk khusus angkatan SMA pada tahun ini di Kelurahan Selawan--lokasi gedung SMAN1 Kisaran berada, begitu banyak. (BACA JUGA: ASN dan Perawat Pemalsu Surat Hasil Rapid Test COVID-19 Diringkus)
Padahal, menurut dia, lokasi SMAN 1 Kisaran dikelilingi lahan perkebunan, seperti karet dan kelapa sawit serta kawasan sekolah. "Mungkin pohon karet ini pun sudah beranak, makanya banyak anak yang mau masuk di SMA satu Kisaran ini," katanya kesal.
Pada kesempatan itu, bukan hanya Melda dan Mimin yang hadir. Ada belasan orangtua lainnya yang berniat mempertanyakan soal ketidaklulusan anak mereka, di sekolah negeri tertua di Asahan itu. Namun tak satupun pihak sekolah menemui mereka.
Dari informasi yang dihimpun SINDOnews.com dari laman ppdb.disdik.sumutprov.go.id bahwa jumlah peserta didik yang lolos melalui jalur umum/zonasi sebanyak 218 peserta didik dari 610 pendaftar. Skor (meter) tertinggi 188 meter, sedangkan terendah 997 meter. Sebanyak 392 calon peserta didik yang tersisih. (BACA JUGA: Pecah Pembuluh Darahnya, Buruh Bangunan di Medan Tewas)
Lihat Juga :