Pemprov Jatim Target 2.399.159 Balita Imunisasi Campak Rubella

Rabu, 03 Agustus 2022 - 09:52 WIB
loading...
Pemprov Jatim Target 2.399.159 Balita Imunisasi Campak Rubella
Pemprov Jatim targetkan 2.399.159 balita diimunisasi campak rubella.Foto/ilustrasi
A A A
SURABAYA - Wakil Gubernur Jawa Timur (Jatim), Emil Elestianto Dardak melaunching Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) di wilayah Jatim dalam acara Rapat Koordinasi Prioritas Pembangunan Kesehatan Provinsi Jawa Timur di Surabaya, Selasa (2/8/2022).

BIAN di Jatim ini dilaksanakan Agustus 2022 dengan pemberian imunisasi tambahan campak rubella (MR) kepada sasaran usia 9 bulan sampai dengan 59 bulan dan target sasaran sebanyak 2.399.159 anak.

Kegiatan ini dilaksanakan secara gratis di seluruh sekolah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), taman kanak-kanak (TK), serta pos pelayanan imunisasi seperti posyandu, polindes, poskesdes, puskesmas pembantu, puskesmas dan rumah sakit dan lain-lain.

Emil mengatakan, pandemi Covid-19 mengakibatkan pelaksanaan imunisasi rutin tidak dapat berjalan optimal. Data beberapa tahun terakhir menunjukkan terjadinya penurunan cakupan imunisasi rutin, baik itu imunisasi dasar maupun imunisasi lanjutan, yang cukup signifikan.

Baca juga: Sri Mulyani Sentil Realisasi Belanja Pemda Rendah, Khofifah Angkat Bicara

Adanya BIAN, ia meminta para orang tua yang anaknya berusia 9 bulan sampai dengan 59 bulan untuk tidak ragu melakukan imunisasi bagi anaknya. Terutama bagi anak yang belum imunisasi rutin maupun lanjutan. “Mari di Bulan Imunisasi Anak Nasional ini kita kejar imunisasi anak-anak kita yang kemarin sempat tertunda karena pandemi," katanya.

Menurut Emil, pelaksanaan BIAN ini menjadi bukti komitmen Jatim dalam upaya mencapai target global yakni eliminasi Campak Rubela/Congenital Rubella Syndrome (CRS) pada tahun 2023. Serta ikut mempertahankan Indonesia Bebas Polio.

“Upaya penting dalam mencapai eliminasi campak-rubela/ CRS, selain dengan penguatan imunisasi rutin, juga melaksanakan pemberian imunisasi tambahan campak-rubela yang sifatnya massal dan tanpa memandang status imunisasi sebelumnya bagi sasaran prioritas yang telah ditetapkan,” jelasnya.

Menurut Wagub Emil, dalam pencapaian eradikasi polio global, dibutuhkan upaya imunisasi kejar polio injeksi untuk menutup kesenjangan imunitas dan memastikan anak-anak terlindungi dari virus polio tipe 2. Upaya-upaya tersebut dilaksanakan melalui kegiatan BIAN.

Selain imunisasi tambahan campak rubella, lanjut Emil, Jatim telah melaksanakan imunisasi kejar. Yaitu melengkapi imunisasi rutin (polio dan DPT-HB-HIB ) yang belum lengkap didapat saat bayi dan balita di bawah dua tahun (baduta).
Halaman :
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2020 seconds (11.210#12.26)