1.500 Lebih Ternak di Provinsi Sulsel Sudah Terinfeksi PMK

Minggu, 31 Juli 2022 - 16:13 WIB
loading...
1.500 Lebih Ternak di...
Sebaran kasus Penyakit Mulut dan Kuku di Sulsel terus meluas. Diketahui, sudah ada lebih dari 1.500 hewan ternak yang telah terinfeksi PMK. Foto: Istimewa
A A A
MAKASSAR - Sebaran kasus Penyakit Mulut dan Kuku di Sulsel terus meluas. Diketahui, sudah ada lebih dari 1.500 hewan ternak yang telah terinfeksi PMK.

Secara rinci, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Sulsel mencatat ada 1.589 hewan ternak yang telah terkonfirmasi positif PMK . Jumlah kasus itu tersebar di 14 kabupaten/kota.

Baca Juga: Pemprov Sulsel Siapkan Kompensasi Ternak Tertular PMK

Sekretaris Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Sulsel, Abdul Muas menyebut, selain adanya peningkatan jumlah kasus, daerah penyebaran PMK juga ikut bertambah.

Daerah itu yakni Maros, Sinjai, Bulukumba, Luwu, Tana Toraja, Toraja Utara, Bone, Makassar, Gowa, Jeneponto, Bantaeng, Takalar, Enrekang, dan Pinrang.

"Memang ada penambahan, baik dari kabupatennya maupun jumlah kasusnya. Sudah 1.589 ekor yang sudah terkonfirmasi," kata Muas.

Muas mengatakan, setiap pemda disarankan untuk melakukan pemusnahan atau pemotongan bersyarat terhadap hewan-hewan yang terlanjur terpapar. Hal itu bertujuan untuk memutus rantai virus agar tidak menyebar ke hewan lainnya.

Apalagi, pemerintah pusat telah mengeluarkan kebijakan ganti rugi kepada peternak yang hewan ternaknya dipotong bersyarat.

"Jadi saya kira jika betul-betul ada ternak yang terkonfirmasi dan jumlahnya masih kecil, itu lebih bagus dilakukan pemotongan bersyarat," jelasnya.

Untuk biaya kompensasi ganti rugi, lanjut Muas, pemerintah akan membayarkan masing-masing per ekornya Rp10 juta untuk sapi, Rp1,5 juta untuk kambing dan Rp2 juta untuk babi.

"Kami sudah rapat koordinasi seluruh Indonesia, dipimpin Sekjen Direktorat Peternakan. Itu sudah ada keputusan untuk biaya pengantian pemusnahan hewan itu (untuk sapi) Rp10 juta per ekor," jelasnya.

Di samping itu, langkah pencegahan juga dilakukan terhadap hewan-hewan yang masih sehat dengan menyuntikkan vaksin. Sejauh ini, Pemprov Sulsel telah meberima 15.000 dosis vaksin PMK.

Baca Juga: Waspada! Provinsi Sulsel Masuk Zona Merah PMK

Sebanyak 12.000 dosis di antaranya telah didistribusikan ke kabupaten/kota terdampak. Meski begitu, Pemprov Sulsel juga berencana mengajukan penambahan vaksin seiring dengan penambahan kasus.

"Kami mengusul, meminta sekitar 2,5 juta dosis sesuai dengan hasil perhitungan kebutuhan," pungkasnya.

Khusus di Kota Makassar, hingga pekan lalu sudah tercatat ada 95 ekor ternak yang positif PMK. Beberapa di antaranya sudah ada yang dipotong paksa, dipotong bersyarat, dan mati.

Wakil Wali Kota Makassar, Fatmawati Rusdi telah meminta kepada Satuan Tugas (Satgas) PMK Makassar untuk lebih memaksimalkan edukasi dan sosialisasi pada peternak untuk menjaga kesehatan hewan ternaknya.

“Kasus wabah PMK hari ini cukup mengejutkan. Saya meminta satgas lebih aktif edukasi ke peternak, berikan pemahaman akan dampak yang terjadi jika hewan ternak tidak di tangani dengan baik,” tegas Fatma.

Baca Juga: Sapi yang Positif PMK di Sulsel Bakal Disembelih Paksa

Kepala Dinas Perikanan dan Pertanian (DP2) Makassar, Evi Aprialty menambahkan, pihaknya rutin melakukan pemantauan dan pemeriksaan kesehatan hewan dengan memberikan vitamin dan vaksinasi.

Selain itu para peternak juga diimbau agar dapat melaporkan hewan ternaknya jika mendapati gejala yang mirip PMK sehingga Satgas bisa langsung menuju lokasi untuk melakukan tindakan.

“Jika ada hewan yang ditemukan positif PMK, langsung dikomunikasikan dengan peternak agar tidak ada korban hewan lainnya," ungkap Evi.

(agn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Wabah PMK Serang Gunungkidul,...
Wabah PMK Serang Gunungkidul, 63 Ekor Sapi Mati Mendadak
Percepat Penanganan...
Percepat Penanganan Penyakit Mulut dan Kuku, Pemprov Jatim Gencarkan Vaksinasi Ternak Sehat
Cegah PMK, DPKP Palembang...
Cegah PMK, DPKP Palembang Pantau Distribusi Hewan Kurban
Sapi dari Anambas Mulai...
Sapi dari Anambas Mulai Masuk Tanjungpinang untuk Penuhi Kebutuhan Kurban
Puluhan Ekor Sapi Mati...
Puluhan Ekor Sapi Mati Mendadak di Jembrana, Peternak Meradang
Penyakit LSD Melonjak...
Penyakit LSD Melonjak Jadi 302 Kasus, Pasar Hewan di Gunungkidul Sepi
DPR Minta Pemerintah...
DPR Minta Pemerintah Cermat Impor Daging di Tengah Wabah PMK
Penyakit Mulut dan Kuku...
Penyakit Mulut dan Kuku Merebak, Pemerintah Diminta Stop Impor Daging
Rusia Larang Impor Daging...
Rusia Larang Impor Daging dari Uni Eropa, Ada Apa?
Rekomendasi
Simpati Woman Rally...
Simpati Woman Rally Team Tampil Menjanjikan di Putaran 2 Kejurnas Sprint Rally 2026
Libur Sekolah 2026,...
Libur Sekolah 2026, Tarif Angkutan Penyeberangan Diskon Sekitar 21,9%
Marketplace kian ‘Sesak’,...
Marketplace kian ‘Sesak’, Momentum Baru bagi Pertumbuhan Bisnis Mandiri
Berita Terkini
BMKG: Peringatan Dini...
BMKG: Peringatan Dini Tsunami Akibat Gempa M7,7 di Filipina Berakhir
Tsunami Tercatat di...
Tsunami Tercatat di 9 Wilayah Indonesia Pascagempa M7,7 di Filipina
Gempa M7,7 Filipina...
Gempa M7,7 Filipina Picu Tsunami di Indonesia, BMKG: Tidak Masuk Zona Megathrust
10 Sampel DNA Keluarga...
10 Sampel DNA Keluarga Korban Ledakan Bom Peninggalan PD II di Biak Dikirim ke Puslabfor
Tsunami Terjadi di 3...
Tsunami Terjadi di 3 Wilayah Indonesia Pascagempa 7,7 di Filipina, BMKG: Ketinggian 9-18 Cm
Bertemu PWNU dan PCNU...
Bertemu PWNU dan PCNU se-Bengkulu, Gus Salam: Soliditasnya Bisa Jadi Teladan PBNU
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved