Sinergitas Polri, TNI Bersama Pemkot Palopo Redam Konflik Demo Berdarah
Minggu, 24 Juli 2022 - 18:46 WIB
loading...
A
A
A
Usai pertemuan, mereka kemudian melaksanakan press conferance. Wali Kota Palopo menyesalkan dua kejadian di Kota Palopo, aksi demo mahasiswa yang menyebabkan petugas sekuriti Kejari Palopo, Abdi Azis meninggal dunia dan pengrusakan kampus serta asrama mahasiswa.
Wali Kota Palopo menilai aksi ini terjadi tidak lepas dari informasi hoaks yang melebar. "Saya megharapkan masyarakat Kota Palopo tidak asal sembarang bicara. Jangan seseorang itu dikaitkan dengan kejadian tertentu yang belum jelas kepastiannya," ujar Wali Kota Palopo.
"Kita tidak boleh bicara seenaknya. Dalam kesempatan ini, saya sampaikan jangan ada lagi keributan. Kejadian di Kejaksaan kita anggap selesai dan proses hukumnya kita percayakan kepada kepolisian," tambahnya.
Melalui kesempatan ini, Wali Kota Palopo juga mengingatkan kepolisian dan kampus di Kota Palopo agar mengidentifikasi organisasi baik umum atau pun organisasi mahasiswa di Kota Palopo.
Sementara itu, mewakili kampus di Kota Palopo Rektor Kampus Universitas Andi Djemma Prof Dr Anas Boceng dalam kesempatan tersebut menyampaikan perkumpulan atau organisasi yang melakukan aksi di depan Kantor Kejaksaan Negeri Palopo tidak terdaftar sebagai organisasi kemahasiswaan di kampus mana pun di Kota Palopo.
"Saya sampaikan aksi tersebut tidak ada izin dari kampus dan tanpa sepengetahuan dari kampus. Sejauh ini kami juga belum tahu apa mereka yang melakukan aksi apa mahasiswa Unanda atau kampus lain," ujarnya.
Baca Juga: Pemkot Palopo Masifkan Razia Penggunaan Masker
"Kami mewakili kampus di Kota Palopo menyampaikan turut berbelasungkawa. Tentu kita tidak ada yang menginginkan peristiwa itu terjadi dan itu lah Tuhan sudah menentukan. Peristiwa ini tolong diluruskan, jangan terlalu cepat menjustifikasi yang terlibat bahwa mahasiswa Unanda. Kalau kita perhatikan yang bergerak itu adalah forum atau Aliansi, Gempur, di Unanda kita tidak kenal," katanya..
Wali Kota Palopo menilai aksi ini terjadi tidak lepas dari informasi hoaks yang melebar. "Saya megharapkan masyarakat Kota Palopo tidak asal sembarang bicara. Jangan seseorang itu dikaitkan dengan kejadian tertentu yang belum jelas kepastiannya," ujar Wali Kota Palopo.
"Kita tidak boleh bicara seenaknya. Dalam kesempatan ini, saya sampaikan jangan ada lagi keributan. Kejadian di Kejaksaan kita anggap selesai dan proses hukumnya kita percayakan kepada kepolisian," tambahnya.
Melalui kesempatan ini, Wali Kota Palopo juga mengingatkan kepolisian dan kampus di Kota Palopo agar mengidentifikasi organisasi baik umum atau pun organisasi mahasiswa di Kota Palopo.
Sementara itu, mewakili kampus di Kota Palopo Rektor Kampus Universitas Andi Djemma Prof Dr Anas Boceng dalam kesempatan tersebut menyampaikan perkumpulan atau organisasi yang melakukan aksi di depan Kantor Kejaksaan Negeri Palopo tidak terdaftar sebagai organisasi kemahasiswaan di kampus mana pun di Kota Palopo.
"Saya sampaikan aksi tersebut tidak ada izin dari kampus dan tanpa sepengetahuan dari kampus. Sejauh ini kami juga belum tahu apa mereka yang melakukan aksi apa mahasiswa Unanda atau kampus lain," ujarnya.
Baca Juga: Pemkot Palopo Masifkan Razia Penggunaan Masker
"Kami mewakili kampus di Kota Palopo menyampaikan turut berbelasungkawa. Tentu kita tidak ada yang menginginkan peristiwa itu terjadi dan itu lah Tuhan sudah menentukan. Peristiwa ini tolong diluruskan, jangan terlalu cepat menjustifikasi yang terlibat bahwa mahasiswa Unanda. Kalau kita perhatikan yang bergerak itu adalah forum atau Aliansi, Gempur, di Unanda kita tidak kenal," katanya..
Lihat Juga :