Angka Kemiskinan dan Pengangguran di Natuna Naik Akibat APBD Tersendat
Senin, 18 Juli 2022 - 15:38 WIB
loading...
ilustrasi
A
A
A
NATUNA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat angka kemiskinan di Kabupaten Natuna pada 2021 naik menjadi 4,95 persen atau hampir 4 ribu jiwa. Sementara hingga Agustus 2021, tingkat pengangguran juga tercatat naik menjadi 5,15 persen atau 2.192 jiwa dari jumlah angkatan kerja sebesar 42.535 jiwa.
Kepala BPS Kabupaten Natuna, Wahyu Dwi Sugianto mengatakan, pandemi Covid-19 berdampak pada melambatnya pertumbuhan ekonomi serta meningkatnya angka pengangguran dan kemiskinan. "Efek dari Covid-19 menurunkan daya beli masyarakat. Namun kalau Covid-19 ini hanya sebagian aja," ujar Wahyu Dwi Sugianto, Senin (18/07/2022).
Wahyu menuturkan pada tahun 2020, BPS mencatat angka kemiskinan sebesar 4,43 persen atau hampir 3.500 jiwa. Sedangkan Agustus 2020, angka pengangguran di Kabupaten Natuna terdata 1.644 jiwa atau 4,10 persen dari 40.130 jiwa angka kerja.
Baca juga: Cegah Penularan COVID-19, Masuk Wilayah Kepri Wajib Vaksin Booster
Data tersebut berasal dari sample hasil survei sensus Nasional (Susenas). Survei tersebut dilakukan dua kali dalam satu tahun. "Memang secara provinsi mengalami kenaikan. Tapi di Natuna tidak setinggi di daerah lain," katanya.
Kepala BPS Kabupaten Natuna, Wahyu Dwi Sugianto mengatakan, pandemi Covid-19 berdampak pada melambatnya pertumbuhan ekonomi serta meningkatnya angka pengangguran dan kemiskinan. "Efek dari Covid-19 menurunkan daya beli masyarakat. Namun kalau Covid-19 ini hanya sebagian aja," ujar Wahyu Dwi Sugianto, Senin (18/07/2022).
Wahyu menuturkan pada tahun 2020, BPS mencatat angka kemiskinan sebesar 4,43 persen atau hampir 3.500 jiwa. Sedangkan Agustus 2020, angka pengangguran di Kabupaten Natuna terdata 1.644 jiwa atau 4,10 persen dari 40.130 jiwa angka kerja.
Baca juga: Cegah Penularan COVID-19, Masuk Wilayah Kepri Wajib Vaksin Booster
Data tersebut berasal dari sample hasil survei sensus Nasional (Susenas). Survei tersebut dilakukan dua kali dalam satu tahun. "Memang secara provinsi mengalami kenaikan. Tapi di Natuna tidak setinggi di daerah lain," katanya.
Lihat Juga :