Terapkan Jam Malam, Pemkot Mojokerto Tutup Jalan-Larang Toko Buka
Minggu, 26 April 2020 - 19:50 WIB
loading...
A
A
A
Selain menutup empat jalur dalam kota, kata Sugiono, seluruh pertokoan, swalayan, hingga pedagang kaki lima juga dilarang berjualan, terkecuali apotek.
Larangan ini berlaku sejak pukul 19.00 hingga pukul 06.00 WIB. Sugiono pun tak menampik jika larangan berjualan itu sebagai bentuk pemberlakukan jam malam di Kota Mojokerto.
"Ya termasuk juga (pemberlakuan jam malam). Karena pemeriksaan indentitas juga. Ini dimulai hari ini, Sabtu (25/4) sampai dengan 30 Mei 2020," kata Sugiono usai menyapaikan imbauan ke beberapa pemilik toko di Jalan Ahmad Yani yang masih nekat membuka gerainya.
Sementara, menanggapi adanya sejumlah toko yang tetap buka meski sudah dilarang, Sugiono menyatakan akan terus mengingatkan dengan mendatangi satu persatu toko tersebut. Hal itu tak lain guna mencegah adanya penularan virus COVID-19 yang hingga kini sudah menyebar hampir di seluruh wilayah di Jawa Timur.
"Kami akan terus memberikan imbauan kepada mereka. Kalau bukan kita siapa lagi, kalau bukan Anda siapa lagi yang akan mengingatkan mereka. Karena virus ini memang sangat berbahaya dan siapapun berpotensi tertular," pungkas Sugiono.
Larangan ini berlaku sejak pukul 19.00 hingga pukul 06.00 WIB. Sugiono pun tak menampik jika larangan berjualan itu sebagai bentuk pemberlakukan jam malam di Kota Mojokerto.
"Ya termasuk juga (pemberlakuan jam malam). Karena pemeriksaan indentitas juga. Ini dimulai hari ini, Sabtu (25/4) sampai dengan 30 Mei 2020," kata Sugiono usai menyapaikan imbauan ke beberapa pemilik toko di Jalan Ahmad Yani yang masih nekat membuka gerainya.
Sementara, menanggapi adanya sejumlah toko yang tetap buka meski sudah dilarang, Sugiono menyatakan akan terus mengingatkan dengan mendatangi satu persatu toko tersebut. Hal itu tak lain guna mencegah adanya penularan virus COVID-19 yang hingga kini sudah menyebar hampir di seluruh wilayah di Jawa Timur.
"Kami akan terus memberikan imbauan kepada mereka. Kalau bukan kita siapa lagi, kalau bukan Anda siapa lagi yang akan mengingatkan mereka. Karena virus ini memang sangat berbahaya dan siapapun berpotensi tertular," pungkas Sugiono.
(nth)
Lihat Juga :