Terancam, Tenaga Medis dan Warga Pendatang Mengungsi Tinggalkan Kobakma Papua
Minggu, 10 Juli 2022 - 15:53 WIB
loading...
A
A
A
Mereka memilih mengungsi, karena merasa kondisi di kota ini sudah tidak aman, jika tetap tinggal di Kobakma. Para pendemo hanya memperbolehkan pedagang asli Mamberamo Tengah saja yang boleh berdagang. Sedangkan warga Nusantara tak diperbolehkan berdagang.
Selain itu rumah–rumah warga pendatang dan pegawai juga sudah terlihat tertutup dan kosong. Begitu juga dengan kios-kios di Kawasan Pasar Kobakma, mau pun perkantoran sepi. Kota Kobakma menjadi seperti kota mati.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mamteng Helda Wally mengaku khawatir dengan keselamatan para stafnya, sehingga memilih ke Kota Wamena.
“Kalau di Kabupaten Mamberamo Tengah kita di Rumah Sakit, Puskesmas dan Dinas Kesehatan. Tenaga Kesehatan kita hampir 65 persen bukan orang asli. Ada dari luar Papua dan juga Pantai. Dengan melihat situasi Kobakma hari ini, kelihatannya tidak aman. Saya sebagai Kepala Dinas dan juga Pak Direktur kami harus menyelamatkan teman-teman kami. Petugas, dokter perawat dan Bidan yang bertugas disini,” ungkapnya.
Karena belajar dari pengalaman yang pernah terjadi di Kabupaten Yalimo, Pegunungan Bintang. Pihaknya hanya mengantisipasi saja, jangan sampai petugas Kesehatan nyawanya terancam dalam pelayanan di Kabupaten Mamteng. Sehingga pihaknya lebih memilih untuk keluar menyelamatkan para tenaga medis.
Baca: Warga Serbu Pembagian Paket Daging Kurban Perindo di Medan.
Selain itu rumah–rumah warga pendatang dan pegawai juga sudah terlihat tertutup dan kosong. Begitu juga dengan kios-kios di Kawasan Pasar Kobakma, mau pun perkantoran sepi. Kota Kobakma menjadi seperti kota mati.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mamteng Helda Wally mengaku khawatir dengan keselamatan para stafnya, sehingga memilih ke Kota Wamena.
“Kalau di Kabupaten Mamberamo Tengah kita di Rumah Sakit, Puskesmas dan Dinas Kesehatan. Tenaga Kesehatan kita hampir 65 persen bukan orang asli. Ada dari luar Papua dan juga Pantai. Dengan melihat situasi Kobakma hari ini, kelihatannya tidak aman. Saya sebagai Kepala Dinas dan juga Pak Direktur kami harus menyelamatkan teman-teman kami. Petugas, dokter perawat dan Bidan yang bertugas disini,” ungkapnya.
Karena belajar dari pengalaman yang pernah terjadi di Kabupaten Yalimo, Pegunungan Bintang. Pihaknya hanya mengantisipasi saja, jangan sampai petugas Kesehatan nyawanya terancam dalam pelayanan di Kabupaten Mamteng. Sehingga pihaknya lebih memilih untuk keluar menyelamatkan para tenaga medis.
Baca: Warga Serbu Pembagian Paket Daging Kurban Perindo di Medan.
Lihat Juga :