Berdayakan Kampung Papua: Kolaborasi PBB, Kemendes, dan Komunitas Lokal Latih Ratusan Wirausaha Baru
Kamis, 09 Juli 2026 - 16:03 WIB
loading...
Foto: Doc. Istimewa
A
A
A
Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT), bersama International Fund for Agricultural Development (IFAD), lembaga di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan Kitong Bisa Foundation (KBF) resmi memulai implementasi Program Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu (TEKAD) di Papua. Program ini menargetkan ratusan keluarga di empat kabupaten untuk meningkatkan kapasitas ekonomi rumah tangga melalui pelatihan kewirausahaan, pendampingan intensif, dan pengembangan potensi lokal.
Peluncuran program berlangsung di Hotel Suni Sentani, Kabupaten Jayapura, Kamis (9/7), sebagai langkah strategis memperkuat kapasitas fasilitator dan mitra pelaksana sebelum pendampingan masyarakat dimulai pada pertengahan Juli hingga September 2026.
Program kolaborasi ini bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa melalui penguatan kapasitas keluarga, pemberdayaan ekonomi, serta pengembangan potensi lokal secara inklusif dan berkelanjutan.
Melalui pendekatan Pendekatan Berbasis Rumah Tangga (PBRT), masyarakat didorong menjadi pelaku utama pembangunan desa. Setiap keluarga akan memperoleh pendampingan untuk menyusun perencanaan ekonomi rumah tangga, meningkatkan keterampilan, serta mengembangkan usaha yang sesuai dengan potensi daerah. Implementasi program akan dilaksanakan di Kabupaten Jayapura, Keerom, Sarmi, dan Kepulauan Yapen.
Pelatihan fasilitator berlangsung pada 8–11 Juli 2026 sebagai tahap awal implementasi TEKAD. Setelah pelatihan selesai, para fasilitator akan melakukan sosialisasi dan pendampingan langsung kepada rumah tangga sasaran selama tiga bulan.
Pembukaan kegiatan dihadiri oleh Dr. H. Tabrani, M.Pd., Direktur Jenderal Pengembangan Ekonomi dan Investasi Desa dan Daerah Tertinggal, Dra. Dewi Yuliani, M.P., Direktur Pengembangan Produk Unggulan Desa dan Daerah Tertinggal sekaligus Project Manager Program TEKAD; Dr. Abdul Rahman Basri, S.Sos., M.KP, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Jayapura; Dr. (Cand.) Billy Mambrasar, S.T., B.Sc., Ed.M., MBA, Brigjen TNI (Purn.) Dr. Yusuf, S.Sos., M.M., Project Management Advisor Program TEKAD; Teben Gurik, S.Sos., Plt. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung Kabupaten Jayapura; serta Mohamad Afif Dzulqifli, CEO Kitong Bisa Foundation.
Sementara itu, Direktur Jenderal Pengembangan Ekonomi dan Investasi Desa dan Daerah Tertinggal, Dr. H. Tabrani, M.Pd., membuka kegiatan secara daring sekaligus menegaskan dukungan pemerintah terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia dalam implementasi Program TEKAD.
Peluncuran program berlangsung di Hotel Suni Sentani, Kabupaten Jayapura, Kamis (9/7), sebagai langkah strategis memperkuat kapasitas fasilitator dan mitra pelaksana sebelum pendampingan masyarakat dimulai pada pertengahan Juli hingga September 2026.
Program kolaborasi ini bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa melalui penguatan kapasitas keluarga, pemberdayaan ekonomi, serta pengembangan potensi lokal secara inklusif dan berkelanjutan.
Melalui pendekatan Pendekatan Berbasis Rumah Tangga (PBRT), masyarakat didorong menjadi pelaku utama pembangunan desa. Setiap keluarga akan memperoleh pendampingan untuk menyusun perencanaan ekonomi rumah tangga, meningkatkan keterampilan, serta mengembangkan usaha yang sesuai dengan potensi daerah. Implementasi program akan dilaksanakan di Kabupaten Jayapura, Keerom, Sarmi, dan Kepulauan Yapen.
Pelatihan fasilitator berlangsung pada 8–11 Juli 2026 sebagai tahap awal implementasi TEKAD. Setelah pelatihan selesai, para fasilitator akan melakukan sosialisasi dan pendampingan langsung kepada rumah tangga sasaran selama tiga bulan.
Pembukaan kegiatan dihadiri oleh Dr. H. Tabrani, M.Pd., Direktur Jenderal Pengembangan Ekonomi dan Investasi Desa dan Daerah Tertinggal, Dra. Dewi Yuliani, M.P., Direktur Pengembangan Produk Unggulan Desa dan Daerah Tertinggal sekaligus Project Manager Program TEKAD; Dr. Abdul Rahman Basri, S.Sos., M.KP, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Jayapura; Dr. (Cand.) Billy Mambrasar, S.T., B.Sc., Ed.M., MBA, Brigjen TNI (Purn.) Dr. Yusuf, S.Sos., M.M., Project Management Advisor Program TEKAD; Teben Gurik, S.Sos., Plt. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung Kabupaten Jayapura; serta Mohamad Afif Dzulqifli, CEO Kitong Bisa Foundation.
Sementara itu, Direktur Jenderal Pengembangan Ekonomi dan Investasi Desa dan Daerah Tertinggal, Dr. H. Tabrani, M.Pd., membuka kegiatan secara daring sekaligus menegaskan dukungan pemerintah terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia dalam implementasi Program TEKAD.
Lihat Juga :