BMKG Pantau Siklon Tropis NOUL, Waspada Cuaca Ekstrem di Sejumlah Wilayah
Minggu, 26 Juli 2026 - 06:41 WIB
loading...
BMKG melalui Tropical Cyclone Warning Center (TCWC) Jakarta mengeluarkan peringatan dini terkait perkembangan Siklon Tropis NOUL yang terpantau di Laut Filipina, sebelah timur Filipina. Foto/Tangkapan layar
A
A
A
JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika ( BMKG ) melalui Tropical Cyclone Warning Center (TCWC) Jakarta mengeluarkan peringatan dini terkait perkembangan Siklon Tropis NOUL yang terpantau di Laut Filipina, sebelah timur Filipina. Siklon tersebut diperkirakan memberikan dampak tidak langsung terhadap kondisi cuaca di sejumlah wilayah Indonesia.
Berdasarkan analisis BMKG pada Minggu (26/7/2026), Siklon Tropis NOUL awalnya berkembang dari bibit siklon tropis 92W sejak 21 Juli 2026. Sistem tersebut kemudian meningkat menjadi siklon tropis pada 24 Juli 2026 dini hari.
"Kecepatan angin maksimum dalam 24 jam ke depan diprakirakan meningkat dan intensitasnya menjadi kategori 2 dengan pergerakan ke arah barat-barat laut," tulis BMKG dalam laporan resminya.
Baca Juga: 60,5% Wilayah Indonesia Telah Memasuki Musim Kemarau
BMKG mengingatkan masyarakat agar mewaspadai dampak tidak langsung dari pergerakan Siklon Tropis NOUL, terutama dalam 24 jam ke depan. Sejumlah wilayah diperkirakan berpotensi mengalami cuaca ekstrem berupa hujan lebat, angin kencang, hingga gelombang laut tinggi.
Berdasarkan analisis BMKG pada Minggu (26/7/2026), Siklon Tropis NOUL awalnya berkembang dari bibit siklon tropis 92W sejak 21 Juli 2026. Sistem tersebut kemudian meningkat menjadi siklon tropis pada 24 Juli 2026 dini hari.
"Kecepatan angin maksimum dalam 24 jam ke depan diprakirakan meningkat dan intensitasnya menjadi kategori 2 dengan pergerakan ke arah barat-barat laut," tulis BMKG dalam laporan resminya.
Baca Juga: 60,5% Wilayah Indonesia Telah Memasuki Musim Kemarau
BMKG mengingatkan masyarakat agar mewaspadai dampak tidak langsung dari pergerakan Siklon Tropis NOUL, terutama dalam 24 jam ke depan. Sejumlah wilayah diperkirakan berpotensi mengalami cuaca ekstrem berupa hujan lebat, angin kencang, hingga gelombang laut tinggi.
Lihat Juga :