Sleman Waspadai Penyebaran Corona OTG Perjalanan Luar Kota
Kamis, 25 Juni 2020 - 14:17 WIB
loading...
Sejumlah petugas sehatan menangani pasien positif Covid-19 di salah satu rumah sakit. Foto/Dok/SINDOnews
A
A
A
SLEMAN - Pemkab Sleman mewaspadai orang tanpa gejala (OTG) yang melakukan perjalanan dari luar kota. Kewaspadaan ini bukan tanpa alasan. Sebab penambahan kasus pasien positif COVID-19 , Rabu (24/6) dari hasil pelacakan orang itu ada riwayat perjalanan dari Jakarta.
Data gugus tugas percepatan penangganan COVID-19 Sleman, pasien itu tercatat sebagai kasus 292, jenis kelamin laki-laki usia 42 tahun warga kecamatan Gamping dan dirawat di RS JIH. (Baca juga: Jateng Urutan ke-4 Daerah Penyalahgunaan Narkoba Terbanyak di Indonesia )
Sebelumnya tercatat empat pasien positif COVID-19 juga setelah perjalan dari luar kota, yaitu Palembang, Salatiga dan Timika. Yaitu kasus 282, jenis kelamin laki-laki usia 32 warga Prambanan dirawat di JIH dan kasus 283 jenis kelamin laki-laki usia 40 tahun warga Depok dirawat di JIH. Keduanya perjalanan dari Palembang .
Kemudian, kasus 284 jenis kelamin laki-laki usia 37 tahun warga Depok dirawat di JIH setelah perjalanan dari Salatiga serta kasus kasus 279 jenis kelamin laki-laki usia 42 tahun warga kecamatan Depok selama ini dirawat di RS JIH setelah perjalanan dari Timika,Papua. (Baca juga: Cegah Penularan COVID-19, UGM Kembangkan Website Belanja Online Pasar Tradisional )
Secara akumulatif, jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) di Sleman, Kamis (25/6) hingga pukul 12.00 WIB tercatat 764 orang. Terdiri dari positif 114 orang (sembuh 94 orang, dirawat 16 orang, meninggal 4 orang), proses 44 orang (dirawat 34 orang,meninggal 10 orang), negarif 606 orang (sehat 645 orang, meninggal 61 orang).
Orang dalam pemantauan (ODP) 2477 orang (selesai proses 1813 orang, masih pemantauan 664 orang). Orang tanpa gejala (OTG) 3472 orang.
Bupati Sleman Sri Purnomo mengatakan, untuk kasus COVID-19 di Sleman secara umum masih fluktuatif. Beberapa hari landai tidak ada penambahan dan saat tertentu ada penambahan. Untuk penambahan terakhir dari hasil pelacakan mereka yang positif COVID-19 setelah melakukan perjalanan luar kota.
Data gugus tugas percepatan penangganan COVID-19 Sleman, pasien itu tercatat sebagai kasus 292, jenis kelamin laki-laki usia 42 tahun warga kecamatan Gamping dan dirawat di RS JIH. (Baca juga: Jateng Urutan ke-4 Daerah Penyalahgunaan Narkoba Terbanyak di Indonesia )
Sebelumnya tercatat empat pasien positif COVID-19 juga setelah perjalan dari luar kota, yaitu Palembang, Salatiga dan Timika. Yaitu kasus 282, jenis kelamin laki-laki usia 32 warga Prambanan dirawat di JIH dan kasus 283 jenis kelamin laki-laki usia 40 tahun warga Depok dirawat di JIH. Keduanya perjalanan dari Palembang .
Kemudian, kasus 284 jenis kelamin laki-laki usia 37 tahun warga Depok dirawat di JIH setelah perjalanan dari Salatiga serta kasus kasus 279 jenis kelamin laki-laki usia 42 tahun warga kecamatan Depok selama ini dirawat di RS JIH setelah perjalanan dari Timika,Papua. (Baca juga: Cegah Penularan COVID-19, UGM Kembangkan Website Belanja Online Pasar Tradisional )
Secara akumulatif, jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) di Sleman, Kamis (25/6) hingga pukul 12.00 WIB tercatat 764 orang. Terdiri dari positif 114 orang (sembuh 94 orang, dirawat 16 orang, meninggal 4 orang), proses 44 orang (dirawat 34 orang,meninggal 10 orang), negarif 606 orang (sehat 645 orang, meninggal 61 orang).
Orang dalam pemantauan (ODP) 2477 orang (selesai proses 1813 orang, masih pemantauan 664 orang). Orang tanpa gejala (OTG) 3472 orang.
Bupati Sleman Sri Purnomo mengatakan, untuk kasus COVID-19 di Sleman secara umum masih fluktuatif. Beberapa hari landai tidak ada penambahan dan saat tertentu ada penambahan. Untuk penambahan terakhir dari hasil pelacakan mereka yang positif COVID-19 setelah melakukan perjalanan luar kota.
Lihat Juga :