BNPB Pulihkan Akses Air Bersih di Merapi dengan Pipanisasi Sepanjang 30 Km
Sabtu, 04 Juli 2026 - 11:27 WIB
loading...
BNPB memulihkan akses air bersih bagi sekitar 4.000 kepala keluarga di tujuh desa Magelang, Jawa Tengah. Foto/SindoNews
A
A
A
MAGELANG - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memulihkan akses air bersih bagi sekitar 4.000 kepala keluarga (KK) di tujuh desa Magelang, Jawa Tengah, yang terdampak banjir lahar hujan Gunung Merapi pada Maret 2026. Pemulihan air bersih ini dilakukan dengan jaringan pipanisasi sepanjang lebih 30 Km.
Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto mengatakan pipanisasi air bersih ini merupakan tindak lanjut atas arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memastikan penanganan pascabencana berjalan cepat dan mampu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.
Suharyanto mengatakan bahwa Kabupaten Magelang merupakan salah satu wilayah dengan tingkat risiko bencana tinggi, terutama akibat ancaman erupsi dan banjir lahar hujan Gunung Merapi. Pada Selasa (3/3/2026) pukul 16.30 WIB, hujan dengan intensitas tinggi di kawasan hulu lereng Gunung Merapi memicu banjir lahar hujan yang membawa material vulkanik berupa pasir, batu, dan lumpur melalui alur sungai.
Baca juga: Gunung Merapi Erupsi, Guguran Lava Meluncur 2 Kilometer ke Arah Barat
“Peristiwa tersebut berdampak pada 11 desa di tiga kecamatan, yakni Dukun, Sawangan, dan Mungkid. Aliran material lahar mengakibatkan kerusakan pada permukiman, lahan pertanian, serta sejumlah infrastruktur vital, seperti jalan, jembatan, dan jaringan air bersih yang menjadi sumber utama kebutuhan masyarakat di lereng Merapi,” kata Suharyanto, Sabtu (4/7/2026).
Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto mengatakan pipanisasi air bersih ini merupakan tindak lanjut atas arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memastikan penanganan pascabencana berjalan cepat dan mampu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.
Suharyanto mengatakan bahwa Kabupaten Magelang merupakan salah satu wilayah dengan tingkat risiko bencana tinggi, terutama akibat ancaman erupsi dan banjir lahar hujan Gunung Merapi. Pada Selasa (3/3/2026) pukul 16.30 WIB, hujan dengan intensitas tinggi di kawasan hulu lereng Gunung Merapi memicu banjir lahar hujan yang membawa material vulkanik berupa pasir, batu, dan lumpur melalui alur sungai.
Baca juga: Gunung Merapi Erupsi, Guguran Lava Meluncur 2 Kilometer ke Arah Barat
“Peristiwa tersebut berdampak pada 11 desa di tiga kecamatan, yakni Dukun, Sawangan, dan Mungkid. Aliran material lahar mengakibatkan kerusakan pada permukiman, lahan pertanian, serta sejumlah infrastruktur vital, seperti jalan, jembatan, dan jaringan air bersih yang menjadi sumber utama kebutuhan masyarakat di lereng Merapi,” kata Suharyanto, Sabtu (4/7/2026).
Lihat Juga :