Awas! Selama Juni Ada 21 Kasus Demam Berdarah di Salatiga
Kamis, 25 Juni 2020 - 05:58 WIB
loading...
A
A
A
(Baca juga: Truk Seruduk Pikap di Jalur Malang-Surabaya, 2 Pengemudi Tewas )
Dia mengungkapkan, situasi pandemi COVID-19, memang membuat masyarakat sulit membedakan gejala awal seseorang yang mengalami sakit karena gigitan nyamuk aedes aegypti. Adapun ciri-ciri orang sakit karena COVID-19 selain demam juga diikuti sesak nanafas.
"Sedangkan DBD ada rasa nyeri pada ulu hati, maka diperlukan pemeriksaan tourniquet. Nampak juga bintik-bintik kemerahan dan mimisan. Sedangkan COVID-19 dibuktikan lewat rapid test atau swab," terangnya. (Baca juga: Memilukan, Perawat Hamil 8 Bulan Meninggal Akibat COVID-19 )
Guna mencegah penyakit DBD, Siti Zuraidah mengimbau masyarakat untuk menerapkan pola hidup bersih. "Dan yang tidak kalah penting, masyarakat harus melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) mulai dari lingkungan rumah masing-masing," tandasnya.
Dia mengungkapkan, situasi pandemi COVID-19, memang membuat masyarakat sulit membedakan gejala awal seseorang yang mengalami sakit karena gigitan nyamuk aedes aegypti. Adapun ciri-ciri orang sakit karena COVID-19 selain demam juga diikuti sesak nanafas.
"Sedangkan DBD ada rasa nyeri pada ulu hati, maka diperlukan pemeriksaan tourniquet. Nampak juga bintik-bintik kemerahan dan mimisan. Sedangkan COVID-19 dibuktikan lewat rapid test atau swab," terangnya. (Baca juga: Memilukan, Perawat Hamil 8 Bulan Meninggal Akibat COVID-19 )
Guna mencegah penyakit DBD, Siti Zuraidah mengimbau masyarakat untuk menerapkan pola hidup bersih. "Dan yang tidak kalah penting, masyarakat harus melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) mulai dari lingkungan rumah masing-masing," tandasnya.
(eyt)
Lihat Juga :