Petualangan Ibnu Batutah, dari Makkah hingga ke Kerajaan Islam Samudera Pasai

Kamis, 23 Juni 2022 - 04:46 WIB
loading...
Petualangan Ibnu Batutah,...
Ilustrasi Ibnu Batutah. Foto: Istimewa
A A A
IBNU Batutah merupakan Marco Polo dunia Muslim. Catatan perjalanan Ibnu Battuta sangat penting, terutama kunjungannya ke Kerajaan Islam Samudera Pasai, pada abad ke-14, masa Sultan Mahmud Malik Zahir (1326-1345).

Melalui catatan Ibnu Batutah, diketahui gambaran mengenai kerajaan itu. Dilukiskan, Kerajaan Islam Samudera Pasai masa Sultan Mahmud Malik Zahir sebagai negeri yang hijau, dengan kota pelabuhannya yang besar dan indah.

Dalam catatan Ibnu Batutah juga terungkap, bahwa Kerajaan Islam Samudera Pasai menganut mahzab Syafii.

Baca juga: Syahwat Terlarang Sultan Ahmad Malik Az-Zahir Picu Majapahit Hancurkan Kerajaan Samudera Pasai

Demikian, Cerita Pagi kali ini akan mengulas sosok musafir Muslim dan ahli hukum tersohor Ibnu Batutah. Seperti apa petualangan luar biasa Ibnu Batutah hingga sampai ke Kerajaan Islam Samudera Pasai, berikut ulasan singkatnya.

Menurut profesor sejarah dari San Diego State University, Ross E. Dunn, petualangan Ibnu Batutah merentang waktu hampir 30 tahun melintasi daerah-daerah yang sama luasnya dengan 44 negara pada zaman modern.

Mengutip catatan Sir Henry Yules, sejarawan George Sarton mengatakan, bahwa Ibu Batutah telah berkelana sejauh 75.000 mil melalui daratan dan lautan. Jarak ini jauh lebih panjang dari yang pernah dilakukan oleh Marco Polo.

Baca: Sultanah Malikah Nahrasiyah, Ratu Samudera Pasai yang Gentarkan Asia Tenggara

Ibnu Batutah memiliki nama langkap Abu Abdullah Muhammad bin Abdullah al-Lawati al Tanji. Dia lahir di Tangiers, Maroko, Afrika Utara, pada 24 Februari 1304 Masehi. Keluarganya, pemeluk agama Islam yang taat.

Petualangan Ibnu Batutah dimulai usai dirinya menjalani ibadah haji, pada usia sekitar 21 tahun, tepatnya pada 14 Juni 1325 M. Dia memulai perjalannya dengan melewati jalur darat dengan berjalan kaki, menuju ke Tunisia.

Dia tiba di Alexandria, pada 15 April 1326 M dan mendapat bantuan dari Sultan Mesir untuk ke Tanah Suci Makkah.

Baca: Kelihaian Gajah Mada Taklukan 2 Kerajaan Besar, Samudera Pasai dan Sunda

Bantuan uang itu tidak disia-siakan. Dia lalu melanjutkan perjalanan dengan melewati Kairo dan Aidhab. Namun, karena banyaknya penyamun, dia kembali ke Kairo dan meneruskan perjalanan lewat Gaza, terus ke Yerusalem.

Dari Yerusalem, dia terus menuju ke Hammah, Aleppo, Damaskus, Syria dan Makkah. Saat berada di Makkah, Ibnu Batutah bertemu banyak jamaah haji dari berbagai negara. Dari sinilah, petualangan menjelajahi dunia dia lakukan.

Saat tiba di India, Ibnu Batutah disambut oleh Sultan Dehli, Muhammad bin Tuqluq dan diangkat sebagai hakim. Di India, Ibnu Batutah tinggal selama delapan tahun. Dia lalu diangkat menjadi Duta Besar untuk Kekaisaran Cina.

Baca: Sultan Mahmud Malik Az-Zahir, Raja Samudera Pasai dalam Catatan Ibn Battuta

Dalam perjalanan ke Cina inilah, Ibnu Batutah melakukan perjalanan lautnya dan singgah di Kesultanan Samudera Pasai, Sumatera. Kedatangannya disambut Amit (Panglima) Daulasah, Kadi Syarif Amir Sayyir asy-Syrazi.

Tidak hanya itu, dia juga disambut oleh Tajuddin al-Asbahani dan sejumlah ahli fiqih atas perintah Sultan langsung.

Selama berada di Samudera Pasai, Ibnu Batutah membuat banyak catatan tentang kerajaan itu. Hingga kini, catatan itu masih digunakan sebagai rujukan dalam penulisan mengenai Kerajaan Islam Samudera Pasai.

Saat kunjungan Ibnu Batutah itu, Kerajaan Islam Samudera Pasai sedang dalam masa jayanya. Perdagangan sangat pesat. Bahkan menjadi pusat perdagangan di Asia Tenggara, dengan mata uang sendiri, berupa koin emas.

Baca: Samudra Pasai, Kerajaan Islam Pertama yang Pernah Memukul Mundur Pasukan Majapahit

Selama berada di Kerajaan Islam Samudera Pasai, Ibnu Batutah juga bertemu dan berbicara langsung dengan Sultan Mahmud Malik Zahir. Dia melukiskan sosok Sultan sebagai orang hebat, terbuka, dan pecinta ulama.

Meski demikian, dia juga mengkritik Sultan suka berperang dan merayah demi agama. Namun begitu, sosok Sultan disebutnya orang yang sangat rendah hati, dan suka berjalan kaki saat pergi ke masjid untuk salat Jumat.

"Pada hari keempat, yaitu hari Jumat, amir Daswala datang kepada saya dan berkata: Tuan dapat memberi penghormatan kepada Sultan di serambi kerajaan di masjid, usai salat," tulisnya, seperti dikutip dari Taufik Abdulah.

Baca: Arya Damar, Ahli Mesiu Kerajaan Majapahit Sang Penakluk Kerajaan Bali

Pertemuan itu berlangsung hangat. Sultan Mahmud Malik Zahir menggunakan jubah yang kerap dipakai para ulama menjabat tangan Ibnu Batutah dan bertanya tentang perjalanannya hingga ke Kerajaan Islam Samudera Pasai.

Kunjungan Ibnu Batutah selama beberapa minggu di Kerajaan Islam Samudera Pasai terjadi karena adanya hubungan antara Kesultanan itu dengan pihak Dehli, di mana saat itu Ibnu Batutah merupakan seorang duta besar.

Selama berada di Sumatera, Ibnu Batutah juga sempat masuk ke wilayah pedalaman daerah itu yang ternyata masih banyak yang belum memeluk agama Islam. Di tempat ini dia menemukan perilaku masyarakat yang mengerikan.

Peristiwa itu adalah bunuh diri massal yang dilakukan budak ketika pemimpinnya mati. Setelah kunjungannya selesai di Kerajaan Islam Samudera Pasai, Ibnu Batutah melanjutkan kembali perjalanannya ke Cina.

Sampai di sini ulasan singkat Cerita Pagi, semoga bermanfaat.

Sumber tulisan:
1. Vedra Octa Samira, Sejarah Indonesia dan Dunia, Penerbit NEM, Buku Elektronik.
2. R. A. Gunadi, M. Shoelhi, Dari Penakluk Jerusalem hingga Angka Nol, Republika, Buku Elektronik.
3. Ross E. Dunn, Petualangan Ibnu Battuta, Seorang Musafir Muslim Abad ke-14, Yayasan Pusat Obor Indonesia, 2011.
4. Prof. Dr. Thomas W. Arnold, Sejarah Lengkap Penyebaran Islam, IRCiSoD, Buku Elektronik.
(san)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Sosok Sultanah Nahrasiyah,...
Sosok Sultanah Nahrasiyah, Raja Samudera Pasai yang Juga Pemimpin Perempuan Islam Pertama di Asia Tenggara
Kisah Keruntuhan Kerajaan...
Kisah Keruntuhan Kerajaan Samudera Pasai, Salah Satunya karena Adanya Kerajaan Baru di Nusantara
3 Faktor Keruntuhan...
3 Faktor Keruntuhan Kerajaan Islam Samudera Pasai di Nusantara
Kisah Samudera Pasai,...
Kisah Samudera Pasai, Kerajaan Islam Pertama Nusantara yang Kuasai Perdagangan Internasional
Kisah Kelam Sultan Samudera...
Kisah Kelam Sultan Samudera Pasai yang Bernafsu pada Putri Kandungnya
Sejarah Singkat Samudra...
Sejarah Singkat Samudra Pasai: Lokasi, Daftar Raja, Kejayaan, Keruntuhan, dan Peninggalannya
Mengenal Ibnu Batuttah,...
Mengenal Ibnu Batuttah, Backpacker Legend Muslim Abad ke-14
Kisah Ibnu Batutah Naik...
Kisah Ibnu Batutah Naik Haji Tahun 1325, Kakbah Digambarkan Bak Pengantin Wanita
Ibnu Batutah Naik Haji:...
Ibnu Batutah Naik Haji: Sempat Menikah 2 Kali saat Perjalanan ke Tanah Suci
Rekomendasi
Di Hadapan Mahasiswa,...
Di Hadapan Mahasiswa, Dasco Telepon Nanik dan Bahlil
Polda Metro: Barang...
Polda Metro: Barang Bukti Kasus Roy Suryo Sudah Diuji Lab oleh Lembaga Tersertifikasi
Mandatori B50 Buka Peluang...
Mandatori B50 Buka Peluang Swasembada Energi dan Jadikan Indonesia Pionir Energi Bersih
Berita Terkini
Almamater Lima Soroti...
Almamater Lima Soroti Dugaan Penyusutan Lahan Taman Potret Tangerang
Dokter Tifa Pakai Kursi...
Dokter Tifa Pakai Kursi Roda hingga Dibopong usai Pemeriksaan Kesehatan di RS Polri
Kurang dari 12 Jam,...
Kurang dari 12 Jam, Satreskrim Polres Pelalawan Tangkap Perampok Sadis
Program Ketahanan Pangan,...
Program Ketahanan Pangan, Puluhan Hektare Sawah di Batang Ditanami Padi Hasil Riset
Dina Masyusin Salurkan...
Dina Masyusin Salurkan Bantuan Kursi Roda untuk Warga Rawa Buaya
Petani dan Pelaku UMKM...
Petani dan Pelaku UMKM Sumut, Riau, hingga Aceh Kirim Hasil Kerajinan Lidi ke China
Infografis
10 Figur Publik Penerima...
10 Figur Publik Penerima Beasiswa LPDP, dari Mutiara Baswedan hingga Maudy Ayunda
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved