Perhatian! Berita ini memuat konten dewasa.
Apakah anda sudah berusia 17 tahun atau lebih?

Cerita Pagi

Kelihaian Gajah Mada Taklukan 2 Kerajaan Besar, Samudera Pasai dan Sunda

loading...
Kelihaian Gajah Mada Taklukan 2 Kerajaan Besar, Samudera Pasai dan Sunda
Kelihaian strategi Gajah Mada mendukung ambisinya menaklukkan seluruh kerajaan di Nusantara. Foto/Ilustrasi/Ist
Gajah Mada berambisi menaklukkan seluruh kerajaan di Nusantara melalui Sumpah Palapa saat diangkat menjadi Mahapatih Amangkubhumi Kerajaan Majapahit pada tahun 1258 Saka (1334 M).

Gajah Mada yang awalnya disepelekan oleh para petinggi Majapahit akhirnya membuktikan ucapannya. Kelihaian strategi Gajah Mada pun akhirnya terbukti bisa menaklukkan kerajaan-kerajaan di Nusantara. Namun, ada 2 kerajaan besar yang cukup sulit ditaklukkan Majapahit, yakni Samudra Pasai dan Sunda.

Dalam usaha menaklukkan Samudra Pasai, Gajah Mada mengirimkan utusan untuk memerintahkan supaya kerajaan Islam tersebut tunduk di bawah Majapahit.

Baca juga: Siasat Gajah Mada Menaklukkan Kebo Iwa, Patih Kerajaan Bali yang Ditakuti Majapahit



Samudra Pasai diketahui merupakan kerajaan Islam pertama di nusantara dan terletak di kawasan Selat Malaka. Keindahan dan kemashuran Samudra Pasai diakui oleh petualang dunia Marcopolo yan pernah singgah sekitar tahun 1292. Samudra Pasai terus berkembang, hingga pada masa pemerintahan Malikuddhahir II mengalami kemajuan pesat.

Kelihaian Gajah Mada Taklukan 2 Kerajaan Besar, Samudera Pasai dan Sunda

Samudera Pasai kerajaan Islam pertama di nusantara dan terletak di kawasan Selat Malaka Foto/Ist

Namun, keinginan Mahapatih Gajah Mada tersebut langung ditolak mentah-mentah oleh Raja Malikuddhahir II. Penolakan itu disampaikan kepada utusan Gajah Mada yang menghadap Malikuddhahir II.

"Bilang sama Gajah Mada, Samudra Pasai negeri yang berdaulat dan tidak akan tunduk dengan kerajaan manapun termasuk Majapahit," ujar Malikuddhahir II.

"Hamba hanya menyampaikan pesan tuan. Baiklah pesan tuan juga akan hamba sampaikan pada Majapahit," ujar utusan Majapahit tersebut sembari berpamitan.
halaman ke-1
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top