Heboh Pembongkaran Puluhan Nisan Peninggalan Kerajaan Samudera Pasai, Ini Faktanya

Senin, 29 Agustus 2022 - 05:15 WIB
loading...
Heboh Pembongkaran Puluhan Nisan Peninggalan Kerajaan Samudera Pasai, Ini Faktanya
Puluhan nisan peninggalan Kerajaan Samudera Pasai di Desa Blang Crum, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe, Aceh. Foto/iNews TV/Armia Jamil
A A A
LHOKSEUMAWE - Pembongkaran puluhan nisan peninggalan Kerajaan Samuedera Pasai, menghebohkan warga setelah gambarnya beredar di media sosial. Nisan kuno tersebut, berada di Desa Blang Crum, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe, Aceh.

Baca juga: Kisah Sultan Malik As-Saleh dan Legenda Meurah Silu, Sultan Kerajaan Islam Pertama di Nusantara

Beredarnya informasi pembongkaran puluhan nisan peninggalan Kerajaan Samudera Pasai tersebut, menuai berbagai kritik. Bahkan, ada yang menyebutkan pembongkaran nisan kuno tersebut sebagai upaya menghilangkan sejarah.



Tak hanya itu, pengguna media sosial juga membandingkan penanganan puluhan nisan bersejarah peninggalan Kerajaan Samudera Pasai itu, beda dengan penanganan Kerkhoff, yakni kompleks pemakaman serdadu Belanda di Banda Aceh, yang hingga kini masih terawat dengan baik.

Baca juga: Kisah Aji Muhammad Idris, Sultan Kutai Kartanegara yang Gigih Melawan Penjajah Belanda hingga Titik Darah Penghabisan

Namun Abdul Azis, sebagai pemilik lahan tempat ditemukannya puluhan nisan peninggalan Kerajaan Samudera Pasei tersebut, menyebut tidak ada pembongkaran nisan kuno. "Saya tidak merusak nisan kuno itu, melainkan hanya merelokasi ke tempat yang lebih aman, sehingga mudah merawatnya" tuturnya.

Pernyataan tidak adanya pembongkaran ataupun perusakan terhadap nisan kuno, peninggalan Kerajaan Samudera Pasai tersebut, diungkapkan Abdul Azis melalui Central Information For Samudra Pasai Heritage (Cisah), yaitu lembaga yang meneliti tentang sejarah Kerajaan Samudra Pasai.

Heboh Pembongkaran Puluhan Nisan Peninggalan Kerajaan Samudera Pasai, Ini Faktanya


Bahkan sebelum melakukan pemindahan nisa kuno peninggalan Kerajaan Samudera Pasai, Abdul Azis mengaku juga telah berkordinasi dengan sejumlah tokoh agama tentang tata cara pemindahan nisan. Saat dilakukan pembongkaran nisan, juga tidak ditemukan adanya kerangka manusia.
Halaman :
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2148 seconds (11.252#12.26)