Bone Segera Miliki Perda Pencegahan Perkawinan Anak
Rabu, 15 Juni 2022 - 21:15 WIB
loading...
Kabupaten Bone segera memiliki Perda terkait Pencegahan Perkawinan Anak, dimana pemerintah daerah dan DPRD sedang menggodoknya. Foto/Ilustrasi
A
A
A
BONE - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bone bersama DPRD Bone sedang menggodok Perda tentang Pencegahan Perkawinan Anak. Bahkan, dalam waktu dekat regulasi tersebut segera disahkan.
Saat ini, diketahui sudah tahap evaluasi di Biro Hukum Provinsi Sulsel. Sebelumnya, juga telah digelar rapat paripurna pandangan akhir fraksi terhadap rancangan perda tersebut.
Baca Juga: Angka Perkawinan Anak Tinggi, DPRD Bone Godok Perda PPA
Ketua pansus yang juga inisiator Perda Pencegahan Perkawinan Anak, Ade Ferry Afrisal, mengungkapkan produk hukum ini penting, mengingat masih tingginya angka perkawinan anak di Bone .
“Kalau tidak salah, Bone menempati urutan ketiga di Sulsel terkait daerah tertinggi angka perkawinan anak,” kata Sekretaris Fraksi Partai Golkar Bone ini, Rabu (15/6/2022).
Tingginya angka perkawinan anak , ia menyebut ikut berpengaruh terhadap Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Bone. Musababnya, anak yang telah menikah rata-rata memutuskan untuk berhenti sekolah.
"Di samping itu, perkawinan usia dini juga membawa dampak lain. Termasuk angka kematian ibu karena usianya masih terlalu dini untuk mengandung,” ucap dia.
Saat ini, diketahui sudah tahap evaluasi di Biro Hukum Provinsi Sulsel. Sebelumnya, juga telah digelar rapat paripurna pandangan akhir fraksi terhadap rancangan perda tersebut.
Baca Juga: Angka Perkawinan Anak Tinggi, DPRD Bone Godok Perda PPA
Ketua pansus yang juga inisiator Perda Pencegahan Perkawinan Anak, Ade Ferry Afrisal, mengungkapkan produk hukum ini penting, mengingat masih tingginya angka perkawinan anak di Bone .
“Kalau tidak salah, Bone menempati urutan ketiga di Sulsel terkait daerah tertinggi angka perkawinan anak,” kata Sekretaris Fraksi Partai Golkar Bone ini, Rabu (15/6/2022).
Tingginya angka perkawinan anak , ia menyebut ikut berpengaruh terhadap Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Bone. Musababnya, anak yang telah menikah rata-rata memutuskan untuk berhenti sekolah.
"Di samping itu, perkawinan usia dini juga membawa dampak lain. Termasuk angka kematian ibu karena usianya masih terlalu dini untuk mengandung,” ucap dia.
Lihat Juga :