Penampakan Salat Gaib untuk Siswa MTs Negeri 1 Kotamobagu Korban Bullying Teman Sekolah

Senin, 13 Juni 2022 - 19:52 WIB
loading...
Penampakan Salat Gaib untuk Siswa MTs Negeri 1 Kotamobagu Korban Bullying Teman Sekolah
Siswa dan guru MTs Negeri 1 Kotamobagu melaksanakan Salat Gaib, membacakan surat Yasin dan doa bagi almarhum BT yang diduga menjadi korban bullying. Foto/MPI/Subhan Sabu
A A A
KOTAMOBAGU - Meninggalnya BT (13), siswa Kelas 7A MTs Negeri 1 Kotamobagu yang diduga menjadi korban perundungan (bullying) oleh beberapa teman sekolahnya menimbulkan kesedihan mendalam.

Penampakan Salat Gaib untuk Siswa MTs Negeri 1 Kotamobagu Korban Bullying Teman Sekolah

Siswa MTs Negeri 1 Kota Kotamobagu berinisial BT (13) diduga menjadi korban penganiayaan oleh sesama teman di sekolah dan menjadi viral di sosial media. Foto/MPI/Subhan Sabu

Seluruh siswa dan guru melaksanakan Salat Gaib, membacakan surat Yasin dan doa bagi almarhum.

"Bismillah, keluarga besar MTs Negeri 1 Kotamobagu mengucapkan turut berduka cita atas meninggalnya siswa kelas 7A Bintang Tungkagi semoga Allah SWT menempatkan Almarhum di surganya Allah SWT, dan Ayah Ibu serta keluarga diberikan kekuatan dan kesabaran oleh Allah SWT Aamiin," tulis akun Facebook MTs Negeri 1 Kotamobagu dikutip Senin (13/6/2022).

Diketahui, korban meninggal dunia akibat diduga menjadi korban penganiayaan oleh sesama teman sekolahnya.

Pihak keluarga korban menyebut dugaan penganiayaan itu terjadi di sekolah, Rabu (8/6/2022), usai para siswa mengikuti ujian sekolah.

Penampakan Salat Gaib untuk Siswa MTs Negeri 1 Kotamobagu Korban Bullying Teman Sekolah

Polres Kotamobagu memeriksa sembilan orang terduga pelaku bullying yang menewaskan seorang siswa MTs Negeri 1 Kota Kotamobagu berinisial BT (13). Foto/MPI/Subhan Sabu

Korban yang hendak pergi ke masjid sekolah untuk Salat Dzuhur, tiba-tiba ada temannya yang menutupi wajah korban menggunakan sajadah. Di tempat itulah korban diduga mendapat kekerasan dan meringis kesakitan di bagian perut.

Saat pulang sekolah, korban yang mengeluh sakit langsung menceritakan kepada orangtuanya, apa yang dialami di sekolah.

Orang tua korban pun langsung membawanya ke rumah sakit Pombudayan untuk dirawat. Namun korban yang mengalami kelainan usus dirujuk ke rumah sakit Prof Kandou Manado.
Halaman :
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1569 seconds (10.55#12.26)