179 Pekerja Migran Dideportasi dari Malaysia Tiba di Parepare
Senin, 13 Juni 2022 - 16:17 WIB
loading...
Sebanyak 179 pekerja migran Indonesia yang dideportasi dari Malaysia tiba di Parepare. Foto: Sindonews/Darwiaty Dalle
A
A
A
PAREPARE - Sebanyak 179 Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang dideportasi dari negara Malaysia tiba di Pelabuhan Ajatappareng Kota Parepare, Senin (13/6/2022).
Ratusan pekerja migran ini menggunakan Kapal Motor (KM) Queen Soya. Mereka bersama dengan penumpang lain yang bertolak dari Kota Nunukan, Kalimantan Utara, dan ditempatkan di dek atas.
Baca Juga: Kemnaker Menggali Tantangan Penempatan Pekerja Migran
Setibanya di Parepare, pekerja migran kemudian dipisahkan dari penumpang umum lainnya, dan dilakukan pengecekan yang dipusatkan di terminal penumpang Ajatappareng.
Koordinator Pos Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Parepare, M Arif menjelaskan, 179 PMI deportan yang dipulangkan rata-rata karena masuk ke Malaysia dengan cara ilegal.
"Ratusan pekerja migran ini, adalah yang dideportasi dari Tawau, Malaysia. Sebagian besar karena tidak punya paspor, sebagian karena kriminal dan narkoba," ungkap Arif.
Dijelaskan Arif, pekerja migran yang dideportasi, langsung diantar ke daerah asal masing-masing di Sulsel. "Yang asal luar Sulsel, seperti Sulbar, Sulteng, Sultra, Maluku dan NTB, kita inapkan dulu di kantor kami," jelasnya.
Ratusan pekerja migran ini menggunakan Kapal Motor (KM) Queen Soya. Mereka bersama dengan penumpang lain yang bertolak dari Kota Nunukan, Kalimantan Utara, dan ditempatkan di dek atas.
Baca Juga: Kemnaker Menggali Tantangan Penempatan Pekerja Migran
Setibanya di Parepare, pekerja migran kemudian dipisahkan dari penumpang umum lainnya, dan dilakukan pengecekan yang dipusatkan di terminal penumpang Ajatappareng.
Koordinator Pos Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Parepare, M Arif menjelaskan, 179 PMI deportan yang dipulangkan rata-rata karena masuk ke Malaysia dengan cara ilegal.
"Ratusan pekerja migran ini, adalah yang dideportasi dari Tawau, Malaysia. Sebagian besar karena tidak punya paspor, sebagian karena kriminal dan narkoba," ungkap Arif.
Dijelaskan Arif, pekerja migran yang dideportasi, langsung diantar ke daerah asal masing-masing di Sulsel. "Yang asal luar Sulsel, seperti Sulbar, Sulteng, Sultra, Maluku dan NTB, kita inapkan dulu di kantor kami," jelasnya.
Lihat Juga :