Rapid Test Mahal, Aktivitas Warga Terkendala
Selasa, 23 Juni 2020 - 11:50 WIB
loading...
Ilustrasi/SINDOnews/dok
A
A
A
BANDU - Sejumlah warga mengeluhkan mahalnya tarif rapid dan swab test mandiri COVID-19. Keluhan tersebut terutama untuk keperluan bepergian menggunakan pesawat dan kereta api.
Warga Bandung, Awang mengaku tarif rapid dan swab test saat ini masih tergolong mahal. Apalagi, hasil rapid test hanya berlaku 3 hari dan swab test berlaku 7 hari untuk keperluan bepergian menggunakan kereta api dan pesawat.
Menurut dia, mahalnya tarif rapid dan swab test menyebabkan aktivitas masyarakat terhambat. Padahal, saat ini telah mulai diberlakukannya new normal. Di mana aktivitas dilakukan secara terbatas namun terukur, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.
"Adik saya yang tinggal di Bali mau pulang ke Bandung naik pesawat harus melengkapi surat surat. Selain mahal katanya ribet ngurusinnya juga," kata dia, Selasa (23/6/2020).
Tak hanya itu, bila menggunakan rapid test dan berkunjung ke suatu daerah lebih dari 3 hari, maka harus melengkapi dokumen rapid test baru. Sementara biaya yang dikeluarkan cukup mahal.
Warga Bandung, Awang mengaku tarif rapid dan swab test saat ini masih tergolong mahal. Apalagi, hasil rapid test hanya berlaku 3 hari dan swab test berlaku 7 hari untuk keperluan bepergian menggunakan kereta api dan pesawat.
Menurut dia, mahalnya tarif rapid dan swab test menyebabkan aktivitas masyarakat terhambat. Padahal, saat ini telah mulai diberlakukannya new normal. Di mana aktivitas dilakukan secara terbatas namun terukur, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.
"Adik saya yang tinggal di Bali mau pulang ke Bandung naik pesawat harus melengkapi surat surat. Selain mahal katanya ribet ngurusinnya juga," kata dia, Selasa (23/6/2020).
Tak hanya itu, bila menggunakan rapid test dan berkunjung ke suatu daerah lebih dari 3 hari, maka harus melengkapi dokumen rapid test baru. Sementara biaya yang dikeluarkan cukup mahal.
Lihat Juga :