Parah! 5 Kali Beraksi Begal Payudara Sukabumi Mengaku Aksinya Terinspirasi Sosmed

Minggu, 15 Mei 2022 - 21:10 WIB
loading...
Parah! 5 Kali Beraksi Begal Payudara Sukabumi Mengaku Aksinya Terinspirasi Sosmed
RC, pelaku begal payudara yang sering beraksi di Perumahan Mekarsari Permai, Mekarsari, Cicurug, Sukabumi akhirnya ditangkap polisi, Minggu (15/5/2022). Foto/MPI/Dharmawan Hadi
A A A
SUKABUMI - Pelaku begal payudara yang sering beraksi di Perumahan Mekarsari Permai, Desa Mekarsari, Kecamatan Cicurug, Sukabumi, Jawa Barat akhirnya ditangkap polisi.

Saat diperiksa, pelaku berinisial RC (20), mengaku melakukan aksi begal payudara untuk mencari kepuasan yang ditiru dari sosial media (sosmed).

Baca juga: Keranjingan Film Porno, Mahasiswa Palembang Jadi Begal Payudara

Dalam aksinya, pelaku melakukan pelecehan seksual berkali-kali kepada beberapa korban yang dilakukan di depan umum.

"Pelaku melakukan perbuatan cabulnya dengan menggunakan sepeda motor lalu menghampiri sasaran korban yang berjalan sendirian, kemudian pelaku melancarkan aksinya tersebut," kata Kapolsek Cicurug, Kompol Parlan kepada MNC Portal Indonesia (MPI), Minggu (15/5/2022).

Selain begal payudara, lanjut Parlan, pelaku juga pernah menghampiri anak perempuan yang sedang bermain. Kemudian pelaku melakukan aksi tidak senonoh dengan menurunkan celana luar dari anak perempuan tersebut.



"Dari hasil pemeriksaan awal penyidik Unit Reskrim Polsek Cicurug Polres Sukabumi terungkap alasan terduga pelaku melakukan perbuatan yang terinspirasi dari sosial media untuk mencari kepuasan," tambah Parlan.

Baca juga: Pemuda Begal Payudara Mama Muda Ditangkap

Lebih lanjut Parlan mengatakan bahwa terduga pelaku melakukan perbuatannya sendirian dengan target perempuan yang berjalan sendirian dan kondisi sekitarnya sedang sepi.

Hingga saat ini telah ada 5 korban aksi pencabulan yang dilakukan pelaku RC.



"Untuk para korban kami menghadirkan petugas dari Dinas Sosial untuk melakukan trauma healing dan meneliti trauma yang dialaminya, dan rencananya kami akan berkoordinasi dengan psikiater untuk mendalami kondisi kejiwaan pelaku," pungkas Parlan.
(shf)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1773 seconds (11.210#12.26)